Pelitabanten.com – Socrates, filsuf Yunani kuno yang terkenal, memberikan perhatian pada pendidikan yang menafsirkan gagasan bahwa pengetahuan sejati tidak dapat diberikan, tetapi harus ditemukan oleh individu melalui pertanyaan yang dipandu dengan bijaksana. Dia juga percaya bahwa tujuan utama dari pendidikan adalah untuk membentuk karakter moral yang baik.
Plato, memberikan pandangan tentang pendidikan yang harus mencakup pembelajaran matematika, ilmu alam, dan filsafat, serta pembentukan karakter dan moralitas.
Berdasarkan dari dua filsuf tersebut memiliki pandangan yang sama tentang memaknai sebuah pendidikan yang ditekankan pada karakter dan moralitas. Dengan pandangan tersebut saya sepakat bahwa pendidikan tidak sekedar mentransfer ilmu pengetahuan dari seorang pendidik baik di lembaga formal maupun non formal, namun ada sesuatu yang mendasar tentang moralitas anak bangsa kita.
Snada yang dengan Ki Hajar Dewantara memberikan pemikiran tentang moralitas “Menekankan pentingnya pendidikan moralitas dalam pembentukan karakter bangsa, yang mencakup pengajaran ilmu dan penyadaran akan nilai-nilai moral. Beliau menyampaikan bahwa, pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya luhur, termasuk moral, etika, dan norma sosial. Menurutnya, pendidikan sejati adalah pendidikan yang memanusiakan manusia.”
Pernyataan Ki Hajar Dewantara tersebut jelas memberikan ultimatum kepada kita bahwa karakter dan moralitas harus dikedepankan dalam pendidikan, bukan sekedar slogan yang menempel disetiap sudut ruangan yang hanya akan usang di makan usia, akan tetapi harus beraksi dalam mengkampanyekan moralitas kepada siapapun, karena kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk mentransfernya.
Generasi instan yang tumbuh dan berkembang dengan pesat ini cenderung mengesampingkan proses pendidikan yang di dalamnya di ajarkan tentang moralitas sebagai esensi pendidikan yang sesungguhnya.
Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat, terkadang karakter dan moralitas seakan dikesampingkan, sementara capaian ilmu pengetahuan menjadi sesuatu yang sentralistik, keberhasilan ilmu pengetahuan mampu dicapainya, maka itulah keberhasilan dalam proses pembelajaran.
Di hari yang bersejarah ini, yang selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, perlu menjadi perenungan bersama dalam memberikan pendidikan yang sesungguhnya kepada para peserta didik, bahwa moralitas dan karakter harus tumbuh dan berkembang, apabila hal tersebut tidak tumbuh dan mengakar dalam diri, maka generasi ini akan kehilangan kemampuan berpikir kritis dan bertindak secara etis, ini berbahaya sekali saat kehilangan daya kritis dalam menyikapi setiap persoalan kehidupannya.
Oleh karena itu, mulai saat ini, karakter dan moralitas jadikan sebagai mercusuar sebagai tolak ukur keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang seutuhnya.(Abdul Gopur Firmansyah)
