Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI, Ananta Wahana Minta Generasi Muda Harus Mengetahui Sejarah Pancasila

Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI, Ananta Wahana Minta Generasi Muda Harus Mengetahui Sejarah Pancasila
Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI.

KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com – Anggota MPR RI, Ananta Wahana mengatakan, bahwa mengetahui sejarah lahirnya Pancasila sangat penting terutama bagi generasi muda.

Hal itu disampaikan Ananta Wahana pada kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Institut Kibar UMKM Pancasila (IKUP) di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/9/2022).

Menurut Anggota MPR RI wakil Banten itu, bahwa Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa lahir pada tanggal 1 Juni 1945 saat pidato Presiden pertama Indonesia, Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan).

“Dalam pidatonya itu Bung Karno pertama kali mengemukakan konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas,” ungkapnya.

Ananta menjelaskan, pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan”.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Institut Kibar UMKM Pancasila (IKUP) di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/9/2022).
Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Institut Kibar UMKM Pancasila (IKUP) di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/9/2022).

Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Delapan terus disempurnakan menjadi panitia Sembilan.

Yaitu Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.

“Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945,” jelasnya.

Kemudian pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.

Ananta menyampaikan, bahwa sejarah lahirnya Pancasila sangat perlu untuk diingat. Dan yang lebih utama lagi bagaimana generasi muda dapat memaknai Pancasila sebagai dasar Negara dan sebagai landasan berkeperilaku dalam kehidupan bermasyarakat.

“Begitu pentingnya mengetahui asal usul lahirnya Pancasila bagi kaum muda. Agar Pancasila tetap dapat dijaga, dikawal dan dilestarikan,” ucapnya.

Pernah Jadi Polemik

Ananta menyebut, bahwa sebelumnya asal usul atau sejarah lahirnya Pancasila pernah menjadi polemik di tengah masyarakat.

Karena zaman Orde Baru ada beberapa versi lahirnya Pancasila yang mengemuka di masyarakat untuk menghilangkan peran Soekarno dalam kemerdekaan Indonesia.

“Maka kita harus dan wajib mengetahui sekarang bahwa penggali Pancasila adalah Ir Soekarno dalam pidato 1 Juni 1945,” ujarnya.

Lebih lanjut Ananta mengatakan, bahwa pengamalan Pancasila sendiri dapat dilaksanakan dalam lembaga UMKM IKUP terutama dalam pengamalan Sila Kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Tidak boleh ada kemiskinan dalam Indonesia merdeka. Karena banyak proses dan cara untuk mengatasi kemiskinan,” sebutnya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tersebut, Yasgani mengungkapkan, bahwa asal usul sejarah Pancasila penting diketahui oleh kaum muda, dan masyarakat secara lebih luas lagi.

Karena menurut dia, Pancasila sendiri merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

“Saya berharap pengetahuan terkait asal usul dan sejarah Pancasila ini lebih tersosialisasikan baik untuk kami generasi muda, maupun bagi masyarakat secara luas,” katanya.