News Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang, Utamakan Keselamatan Murid dan Guru

Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang, Utamakan Keselamatan Murid dan Guru

Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang, Utamakan Keselamatan Murid dan Guru
Peringatan HUT PGRI Ke-75 dan Hari Guru Nasional Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah Ingatkan Keselamatan Murid dan Guru Jelang Dibuka Kembali Sekolah Tatap Muka. Foto Pelitabanten.com (Ist)

, Pelitabanten.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tengah mengkaji mekanisme kegiatan belajar mengajar tatap muka yang diwacanakan mulai berlangsung pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 oleh Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan.

Arief R. Wismansyah menjabarkan saat ini Pemkot Tangerang melalui tengah mengkaji sejumlah mekanisme jelang berlangsungnya pembelajaran tatap muka di masa pandemi .

Kegiatan belajar mengajar tatap mukad yang nantinya akan kembali dimulai, Pemkot Tangerang lebih mengutamakan keselamatan murid dan guru.

“Sedang dikaji dan disiapkan berbagai alternatif, nantinya setelah dibuat akan ditawarkan kepada komite sekolah dan orang tua siswa,” terang Arief usai kegiatan Istigotsah Peringatan Ke-75 dan Hari Guru Nasional Tahun 2020 di ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (25/11/2020).

Lebih lanjut Arief menjelaskan nantinya kegiatan pembelajaran tatap muka bukan menjadi sebuah keharusan bagi siswa mengingat faktor dan keselamatan menjadi fokus utama Pemkot Tangerang terlebih di tengah peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi.

Baca Juga:  Posko Cinta Diresmikan di Banten, Cak Imin Belum Tau Berpasangan Dengan Siapa? 

“Tidak ada keterpaksaan bagi orang tua yang mau anaknya , jadi tidak wajib tatap muka dan bisa memilih,”

“Jika ada yang sakit lebih baik tetap di rumah untuk mencegah penularan,” ungkap Wali Kota.

“Karena kita tidak ingin ada klaster baru dan justru membahayakan anak – anak dan guru di sekolah,” tambahnya.

Sebagai informasi, dalam acara Istigotsah Peringatan HUT PGRI Ke-75 dan Hari Guru Nasional Tahun 2020 tersebut juga turut dibagikan sebanyak 1.000 paket untuk guru dan 1.000 bantuan tunai untuk siswa yatim piatu.