Muhammad Rizal Komisi IX DPR RI Bersama BKKBN Sosialisasi KIE Program Bangga Kencana

Muhammad Rizal Komisi IX DPR RI Bersama BKKBN Sosialisasi KIE Program Bangga Kencana
Muhammad Rizal anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI bersama Badan Kependudukan bersama Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana.(dok ist)

KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com  – Muhammad Rizal anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI bersama Badan Kependudukan bersama Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana di Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (15/10/2022).

Kegiatan program Bangga Kencana sebagai upaya menekan angka kekerdilan atau stunting di daerah.

Anggota Komisi IX DPR RI H. Muhammad Rizal, SH., M.Si menyampaikan dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia harus  diawali dengan mempersiapkan masyarakat muda yang ingin menikah agar menjaga asupan makanan, bahkan memeriksakan kondisi kesehatan tiga bulan sebelum nikah, sehingga nanti ketika ibu hamil tetap dalam kondisi sehat baik orang tua dan bayi.

“Jadi yang pertama itu kita harus mulai mempersiapkan anak-anak muda yang mau menikah. Nanti ketika hamil mereka sudah paham dalam menjaga kesehatan diri dan balitanya,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga kini akan terus mendorong pemerintah pusat maupun daerah dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait sadar akan pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai salah satu mencegah terjadinya stunting pada balita.

“Sehingga pelan-pelan kasus stunting ini yang ditargetkan pemerintah di tahun 2024 nanti bisa tercapai hingga turun mencapai 14 persen,” ungkapnya.

Politisi PAN itu pun menambahkan, sebagai dukungan DPR RI terhadap pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia, maka pihaknya berencana akan mengusulkan penambahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam mewujudkan penurunan stunting.

“Yang jelas kita akan mendorong, bahkan kita akan minta anggaran-nya juga ditambahkan untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan program penekanan angka stunting ini. Karena kita harapkan generasi muda kita menjadi generasi yang cerdas, kuat dan memiliki prestasi sebagai mencapai generasi Indonesia emas,” tuturnya.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB BKKBN Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi terkait pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Selain itu, pada kegiatan edukasi ini merupakan upaya BKKBN untuk mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan sehat, melalui berbagai kelompok kegiatan di masyarakat yang dalam hal ini difokuskan pada bina keluarga remaja (BKR).

“Jadi untuk kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar sadar dalam menjaga kesehatan keluarga sesuai Perpres 72 tahun 2021. Yang mana pemerintah memfokuskan dalam menekan angka stunting di Indonesia,” katanya usai menghadiri Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana di Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (15/10/2022).

Ia mengatakan, sesuai Perpres yang ditunjuk sebagai pelaksana atau koordinator Tim Percepatan Penurunan Stunting adalah BKKBN Perwakilan di seluruh Provinsi, dari tim itu diharapkan dapat menurunkan angka stunting secara nasional maupun di daerah.

“Jadi ada 12 provinsi prioritas di Indonesia, Kemudian apabila ini kita selesaikan maka 56 persennya kasus stunting secara nasional bisa diselesaikan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan dari 12 provinsi yang masuk dalam penanganan stunting secara nasional, salah satunya wilayah Provinsi Banten menjadi prioritas pada penyuluhan program Bangga Kencana BKKBN.

“Karena wilayah Banten ini masuk sebagai daerah yang angka stuntingnya cukup tinggi secara nasional atau sebesar 24,1 persen,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya pun berharap dengan segala upaya yang dilakukan oleh seluruh stakeholder pemerintahan saat ini dapat mewujudkan capaian penekanan angka kekerdialan secara nasional hingga 2024 mencapai 14 persen.

“Tentu gerak cepat harus kita lakukan, karena di tahun 2024 nanti kita menargetkan secara nasional itu 14 persen penurunan angka stunting,” kata dia.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Dr. Dadi Ahmad Roswandi, S.Si., M.Si mengatakan bahwa saat ini di Provinsi Banten sendiri di setiap desanya sudah dibentuk tim pendamping keluarga (TPK) yang sudah diberi pelatihan, dan nanti akan melakukan pendampingan keluarga kepada mereka yang rawan stunting di masing-masing desa.

Kemudian, untuk di wilayah Banten ini tercatat sebanyak 24,5 persen anak atau balitanya penderita stunting, dan angka tersebut lebih tinggi dari angka nasional yang mencapai 24,1 persen.

Kendati demikian, pihaknya pun mendorong agar semua pihak baik dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan perangkat tingkat kecamatan/desa di Banten diharapkan agar bisa bersama-sama menekan laju peningkatan angka kekerdilan tersebut.

“Jadi ini perlu bersama-sama, baik OPD dan masyarakat dalam mengatasi stunting ini. Tidak bisa stunting hanya dikerjakan oleh satu pihak saja, Tapi mulai dari pemerintah, legislatif dan masyarakat harus ikut terlibat,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk penyebab terjadinya peningkatan pada kasus stunting itu didasari dari masyarakat muda, yang mana kebanyakan dari mereka melakukan pernikahan dini dan itu memengaruhi terhadap potensi pada kasus stunting sendiri.

“Mulai dari hulunya seperti banyak calon pengantin di usia muda, kemudian kondisi gizi tidak bagus, itu salah satu pengaruh terjadinya stunting. Namun dengan adanya program Bangga Kencana dalam mengedukasi masyarakat ini diharapkan bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting,” kata dia.

Sementara itu Kepala Desa Panongan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada bapak haji Muhammad Rizal Anggota DPR RI dan BKKBN telah menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting di wilayahnya.

“Semoga apa yang sudah di sosialisasikan ilmunya dapat bermanfaat bagi masyarakat desa panongan, karena hal ini penting sekali untuk di ketahui oleh masyarakat, semoga masyarakat dapat menerapkan di kehidupan keluarganya dan lingkungannya,”ungkapnya

Dalam kegiatan itupun di isi pembagian doorprize, dengan bermacam hadiah seperti kipas angin, kompor gas, gosokan, dan rice cooker, bagi masyarakat yang bisa menjawab berbagai pertanyaan dari narasumber mengenai tentang program bangga kencana.