Komitment Wali Kota Turunkan Stunting, Kota Tangerang Diganjar Penghargaan Kemendagri

Komitment Wali Kota Turunkan Stunting, Kota Tangerang Diganjar Penghargaan Kemendagri
Komitment Wali Kota H. Arief R Wismansyah Turunkan Stunting di Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan langkah untuk memastikan integrasi intervensi penurunan stunting secara bersama – sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor non pemerintah dan masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan rembuk stunting, Wali Kota Arief R. Wismansyah dalam rembuk stunting tersebut mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen dalam hal upaya mengatasi masalah stunting di Kota Tangerang.

“Anak-anak stunting itu kan tentunya pasti butuh perhatian dan penanganan khusus ya, karena itu perlu kita bantu, semua perlu kita kasih makan, makanya harus dikaji anggarannya,” ucap Arief.

Keseriusan dan Komitmen Walikota menangani permasalahan stunting ini di buktikan dengan meminta seluruh OPD, Camat, Lurah bergerak, jika perlu dibuatkan Pusat Penanganan Stunting di Rumah Sakit – Rumah Sakit yang ada di Kota Tangerang.

Penghargaan Penurunan Stunting – Wakil

Alhasil, atas segala upaya program mengantisipasi dan menangani menurunkan angka stunting di Kota Tangerang, pada tanggal 7 Juli 2022 lalu Pemkot Tangerang mendapatkan apresiasi berupa penghargaan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dengan predikat terbaik pertama di Provinsi Banten.

Penilaian atas penghargaan tersebut didasari pada pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting meliputi analisis situasi, rencana kegiatan, rembug stunting, peraturan bupati/ walikota tentang peran desa, pembinaan kpm, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, serta reviu kinerja tahunan.

Wakil Wali Kota Sachrudin menerima secara langsung penghargaan yang diserahkan oleh Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kesehatan Erna Muliati di Hotel Gammara, Kota Makassar.

“Capaian ini merupakan buah dari kolaborasi bersama antara masyarakat dan juga Pemerintah Kota Tangerang,” ungkap Sachrudin usai penyerahan penghargaan dalam acara Workshop Penguatan Perencanaan dan Penganggaran melalui 8 Aksi Konvergensi Serta Pemberian Apresiasi Kepada Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Penilaian Kinerja 8 Aksi Penurunan Stunting di Regional 1.

Menurutnya, dalam urusan pencegahan dan penanganan stunting, Pemerintah Kota Tangerang mengedepankan semangat kolaborasi dari berbagai OPD yang ada, mulai dari masyarakat usia remaja,ibu hamil, bayi, balita dan keluarga.

“Agar angka stunting bisa terus ditekan, hingga pada akhirnya tidak lagi ditemukan kasus stunting di Kota Tangerang,” jelasnya.

Sementara disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni angka prevalensi stunting pada balita berdasar pada hasil survei status gizi Indonesia tahun 2021 berada pada angka 15,3%.

“Atau lebih baik dari standar Provinsi Banten yang sebesar 24,5% dan nasional sebesar 24,4%,” katanya. (*/Adn)