Kampung Siaga Bencana Disebar di 13 Kecamatan

Kampung Siaga Bencana Disebar di 13 Kecamatan
Sosialisasi KSB di Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com (*/Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Pemberdayaan masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) melakukan penguatan pada Kampung Siaga Bencana (KSB) yang tersebar di 13 Kecamatan.

Disamping itu, Dinsos pun menggelar sosialisasi KSB di tiga kelurahan sebagai sasaran pembentukan baru. Diantaranya, Kelurahan Margasari Kecamatan Karawaci, Kelurahan Jatake dan Alam Jaya Kecamatan Jatiuwung.

Kepala Dinsos, Mulyani mengungkapkan KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan untuk program penanggulangan bencana. Ditujukan untuk mendukung perubahan paradigma penanggulangan bencana, yang hanya berorientasi pada penanggulangan kedaruratan bencana.

“KSB juga berorientasi pada mitigasi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang terkonsentrasi pada pencegahan dan pengurangan risiko bencana. Sosialisasi KSB diikuti 150 warga yang terdiri dari Karang Taruna, Tagana, RT, RW, PKK, hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Menghadirkan narasumber dari Kemensos RI, Dinsos Provinsi Banten, Forum Tagana Provinsi Banten dan Forum Tagana Kota Tangerang,” papar Mulyani, Senin (12/12/2022).

Ia pun menuturkan, sejauh ini Kota Tangerang telah membentuk 11 KSB yang tersebar di 13 Kecamatan, di wilayah yang berpotensi bencana, salah satunya banjir. Lewat KSB yang terbentuk, Dinsos pun melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkala untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan bencana.

“Lewat KSB, diharapkan masyarakat memiliki pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan risiko bencana. Membentuk jejaring siaga bencana berbasis masyarakat dan memperkuat interaksi sosial anggota masyarakat. Mengorganisasikan masyarakat terlatih siaga bencana, menjamin terlaksananya kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat yang berkesinambungan dan mengoptimalkan potensi dan sumber daya untuk penanggulangan bencana,” katanya.