Helikopter Bom Air Janji Bantuan BNPB di TPA Rawa Kucing Tak Kunjung Datang

Helikopter Bom Air Janji Bantuan BNPB di TPA Rawa Kucing Tak Kunjung Datang
Wali Kota Arief R Wismansyah dan Wakil Sachrudin Serta Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho Terus Berkoordinasi Fokus Pemadaman dan Pengamanan Kebakaran TPA Rawa Kucing. Sabtu (21/10). Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sangat menunggu kedatangan Helikopter Water Bombing atau Bom Air untuk menanggulangi kebakaran di TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang.

Bantuan ini pun telah dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera menyiapkan helikopter Bom Air di lokasi TPA Rawa Kucing.

“Kemarin menyampaikan pagi akan sampai, tadi pagi menyampaikan siang akan sampai, Siang Ini menyampaikan sore akan sampai. Ya kita tunggu, kita berharap bisa di kirim segera,” ujar Arief saat dikonfirmasi Pelitabanten.com terkait kapan kedatangan Helikopter Bom Air dari BNPB di lokasi kebakaran. Sabtu (21/10/2023).

Selanjutnya, Arief berkata akan menambah dua lokasi titik pengungsian bagi warga yang terdampak kebakaran, setelah sebelumnya telah memilih kantor Kecamatan Neglasari sebagai titik pengungsian warga.

Wali Kota menjelaskan, pihaknya mengimbau warga yang bertempat tinggal dalam radius 500 meter dari lokasi kebakaran untuk dapat melakukan evakuasi mandiri mengingat kondisi asap yang semakin pekat dan tebal sehingga dikhawatirkan berdampak buruk pada kesehatan.

“Satpol PP juga melakukan sweeping door to door ke rumah-rumah warga, untuk mau sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman,”

“Lokasi pengungsian juga kita tambah menjadi tiga, ada di kantor Kecamatan Neglasari, kantor Dinsos dan Kelurahan Kedaung Wetan,” urai Arief.

Arief, menambahkan, tim gabungan mengalami kendala dalam proses pemadaman api di TPA Rawa Kucing karena angin kencang dan cuaca panas yang turut memperparah penyebaran asap.

“Kesulitan kami memahami kondisi angin yang membawa asap, dan angin mendorong asap kebakaran mendekati tempat tinggal warga,” jelasnya.

“Sekarang mobil pemadam tidak bisa masuk ke area TPA, karena asap terlalu pekat dan jarak pandang juga hanya sekitar 1 meter,” tutup Arief.