Harga bahan pangan Melonjak Akibat Cuaca Buruk di kabupaten Tangerang

KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Banten, menyebutkan kenaikan sejumlah harga bahan pokok seperti daging, telur, dan cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca buruk yang membuat stok dan hasil panen petani berkurang.

“Saat ini, kenaikan harga pangan masih pada komoditas daging, telur, dan cabai,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kabupaten Tangerang Iskandar Nordat di Tangerang, dilansir dari Antara.

Ia menerangkan, harga tiga jenis pangan tersebut dipengaruhi adanya kekurangan stok akibat cuaca ekstrem yang melanda sejak beberapa pekan lalu.

Tiga komoditas cabai yang mengalami kenaikan karena cuaca buruk ini yakni cabai merah keriting, rawit hijau, dan rawit merah.

“Cabai pun sama, walaupun kalau cabai selain distribusi, pengaruh gagal panen karena cuaca ekstrem umumnya terjadi,” ujarnya.

Sementara, untuk telur dan daging yang masih mengalami kenaikan harga itu diakibatkan adanya penurunan produktivitas selama musim penghujan ini.

“Kalau telur masih kekurangan distribusi pasokan ke semua wilayah, sumber telur kita kan dari Jawa dan Lampung. Sesuai informasi dari agen harga masih tinggi, sehingga pengecer juga menaikkan harganya,” tuturnya.

Ia menjelaskan dari rincian harga komoditas yang terinci di antaranya seperti cabai merah keriting dan besar Rp40 ribu per kilogram naik menjadi Rp50-55 ribu per kilogram.

Kemudian, cabai rawit hijau yang harga normalnya Rp30 ribu per kilogram naik menjadi Rp60-70 ribu per kilogramnya. Sedangkan, cabai rawit merah Rp35 ribu per kilogram menjadi Rp60-80 ribu per kilogram.

Selanjutnya, harga telur ayam broiler dari Rp22 ribu naik menjadi Rp28 ribu per kilogram. Daging ayam ras Rp30 ribu menjadi Rp40-50 ribu per kilogram, sementara daging sapi Rp110 ribu naik menjadi Rp140 ribu per kilogramnya.

Kendati demikian, dalam upaya menekan kenaikan harga tersebut, Disperindag Kabupaten Tangerang akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat untuk menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan pangan yang ada.

“Tentunya, kita akan berupaya menekan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini, dengan melakukan koordinasi,” ungkap dia.

(Sumber: Antara)