Dua Helikopter Water Boombing Bakal Percepat Pemadaman TPA Rawa Kucing

Dua Helikopter Water Boombing Bakal Percepat Pemadaman TPA Rawa Kucing
Koordinasi Tim Helikopter Water Boombing BNPB Bersama BPBD Kota Tangerang Terkait Sektor Utama Penyiraman. Senin, (23/10). Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Operasi Water Bombing mengunakan Helikopter mendukung pengendalian Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang Dimulai Senin (23/10/2023) pagi.

Hal ini menindaklanjuti permintaan Provinsi Banten dalam rangka percepatan pengendalian kebakaran di TPA Rawa Kucing, kota Tangerang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan 1 unit heli Water Bombing PK – DBM/ AS350B3e yang direlokasi dari Provinsi Bali.

Dua Helikopter Water Boombing Bakal Percepat Pemadaman TPA Rawa Kucing
Helikopter Water Boombing Mulia Beroperasi. Senin (23/10)

“Kita sudah mulai start jam 7.00 WIB tadi, sebab kita juga baru geser dari Bali penanganan TPA di Bali yang sama kasusnya kebakaran,” kata Kolonel Hery Setiono, Tenaga Ahli Kepala BNPB ditemui Pelitabanten.com usai melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Tangerang. Senin (23/10/2023) siang.

Ia menjelaskan, Operasi udara memalui Helikopter Water Boombing atau Bom Air, terlebih dahulu akan menentukan sektor. Terutama sektor yang tidak dapat dijangkau oleh pemadam baik Mobil Pemadam maupun Mobil Tanki.

Seperti diketahui TPA Rawa Kucing ini berada di ujung landasan pesawat Bandara Internasional Soekarno Hatta yang sangat tergantung cuaca dan kondisi udara.

“Jadi prioritas utama adalah bagaimana mengassessment asap, karena itu merupakan dampak yang utama kepada masyarakat maupun area bandara,” ujar dia.

“Kita akan optimalkan, Besok (24/10) kita akan mendatangkan satu unit helikopter lagi, sehingga kita dapat mengoperasikan dua helikopter,” imbuh Hery.

Menurutnya, pertimbangan BNPB Pusat didatangkannya satu unit lagi Helikopter Water Boombing agar penyiraman dapat lebih maksimal dan mempercepat pemadaman titik api.

Adapun kendala dalam operasi water bombing mengunakan helikopter ini, Kata Hery pihaknya sangat tergantung pada AirNav Bandara Soekarno-Hatta, yang mengatur jadwal penerbangan.

“Lokasi pengambilan airnya sudah dekat, Kendalanya kita dibatasi waktu sesuai instruksi AirNav, karena sesuai dengan jam penerbangan dan kita dibatasi waktu hanya sampai jam 17.00 WIB,” ungkapnya.

Selanjutnya, Hery berharap kolaborasi antara darat dan udara, Helikopter Water Boombing dan Mobil Pemadam dapat terus terjalin agar penyiraman dapat berlangsung selama 24 jam tidak terputus.

Direncanakan di hari pertama, Senin (23/10), operasi water bombing sudah berjalan dengan rencana 50 kali × 800 liter dropping air mulai dari pukul 7:00 sampai 17:00 WIB.