Ananta Wahana Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI Bersama Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny Jiput Pandeglang

Ananta Wahana saat mensosialisasikan 4 Pilar MPR RI.
Ananta Wahana saat mensosialisasikan 4 Pilar MPR RI.

TANGERANG, PelitaBanten.com – Anggota MPR RI Ananta Wahana mengajak emak-emak untuk memilih pemimpin yang memiliki moral Pancasila.

Alasannya, menurut Ananta, karena apa yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila merupakan suatu dasar fundamental moral dalam kehidupan bernegara.

Maka itu, lanjutnya, calon pemimpin yang akan dipilih harus benar-benar bersih, dan berintegritas agar tidak menjadi pemimpin yang mencederai rakyat terutama korupsi kelak.

Hal itu disampaikan Ananta saat kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Jiput, Pandeglang, yang melibatkan ratusan emak-emak pengasuh PAUD di wilayah tersebut, bertempat di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (28/7/2022).

“Jadi nanti kalau milih pemimpin, baik presiden, anggota DPR, DPRD, maupun DPD RI harus yang baik, harus yang jujur, dan memiliki moral Pancasila,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ananta menjelaskan, bahwa Pancasila adalah warisan luhur budaya bangsa yang kemudian digali oleh Bung Karno dan menjadi ideologi bangsa Indonesia.

“Sesungguhnya Pancasila adalah budaya luhur bangsa berabad-abad lamanya. Dan Bung Karno mengenalkan untuk pertama kali Pancasila saat pidato pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPK,” kata Ananta.

Ananta juga memaparkan makna dari sila-sila Pancasila. Untuk Sila Kesatu yang pada prinsipnya menegaskan, bahwa bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan, Tuhan-nya sendiri.

Kemudian Sila Kedua yang pada prinsipnya menegaskan, bahwa kita harus mendirikan negara Indonesia Merdeka menuju kepada kekeluargaan bangsa-bangsa.

“Untuk Sila Ketiga, pada prinsipnya negara Indonesia bukan negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan. Tetapi kita mendirikan negara “semua buat semua”,” terangnya.

Lalu untuk Sila Keempat yang pada prinsipnya dengan jalan mufakat kita memperbaiki segala hal, termasuk keselamatan negara yaitu dengan jalan musyawarah dan mufakat di dalam Badan Perwakilan Rakyat.

Dan Sila Kelima yang pada prinsipnya menegaskan, bahwa tidak boleh ada kemiskinan dalam Negara Indonesia Merdeka.

“Jadi, betapa pentingnya pengetahuan dan pemahaman Pancasila sebagai Ideologi bangsa tumbuh dan menguat di masyarakat,” imbuh Ananta.

“Dan sekali lagi, betapa pentingnya memilih pemimpin yang memiliki moral Pancasila. Agar nasib bangsa tidak digerogoti korupsi dan ketidak jujuran,” paparnya.

Perbedaan dan Keberagaman Adalah Fitrah

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al-Khoziny, KH Khozinul Asror menyampaikan, bahwa Pancasila itu bukan agama, dan agama bukan Pancasila. Tapi kandungan dalam Pancasila memiliki nilai nilai agama.

Menurut Kyai Asror, bahwa sebagai ajaran moderat (ummatan wasatha), Islam memegang erat nilai toleransi dan menghargai perbedaan-perbedaan tersebut.

“Maka perbedaan dan keberagaman ras, agama, budaya, suku, bahasa, dan warna kulit adalah fitrah umat manusia,” tuturnya.

Dalam Islam, sambung Kyai, bahwa toleransi dikenal dengan istilah tasamuh atau tenggang rasa.

“Pengertiannya adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan antarsesama manusia,” jelasnya.

Kyai Asror juga sepakat dengan yang disampaikan Ananta Wahana, bahwa memilih pemimpin itu harus yang jujur, bersih, dan memiliki moral Pancasila.

“Karena apa. Ya tadi apa yang disampaikan Pak Ananta, agar nantinya memiliki pemimpin yang benar-benar mengayomi masyarakat dan tidak korup,” imbuhnya.

Sementara dalam sesi tanya jawab, Mulyaningsih salah seorang emak-emak pengasuh PAUD di wilayah Kecamatan Sumur, Pandeglang meminta agar Anggota MPR RI Ananta Wahana mau berkunjung ke daerahnya.

“Saya bukan mau bertanya. Tapi saya ingin Bapak Ananta mengunjungi daerah kami. Saya punya PAUD gedungnya udah rombeng (rusak) Pak. Mau roboh, kasihan kalau nanti benar-benar roboh ninggang (menimpa) anak-anak kami,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Anggota MPR RI wakil Banten III Tangerang Raya itu berjanji akan segera berkunjung dan menengok kondisi masyarakat di Kecamatan Sumur itu.

Kendati, dengan kondisi dan keterbatasan, Ananta meminta agar emek-emak yang berjuang mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan usia dini tersebut tetap semangat.

“Nanti segera saya menengok ke sana ya Bu. Saya juga minta semangatnya jangan kendor gara-gara kondisi keterbatasan itu. ini penting demi masa depan anak anak kita yang kelak jadi pemimpin yang jujur dan bermoral Pancasila,” katanya.(tim)