Ananta Wahana Bareng Abraham Garuda Sebut BRI Terdepan Mendorong lnklusi Keuangan

Ananta Wahana Bareng Abraham Garuda Sebut BRI Terdepan Mendorong lnklusi Keuangan
Ananta saat memaparkan pandangannya di kegiatan Sosialisasi holding BUMN sebagai lokomotif kebangkitan Ekonomi masa depan.(dok Ist)

BANTEN, Pelitabanten.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana menyebut bahwa peran Bank Rakyat Indonesia (BRI) terdepan dalam mendorong inklusi keuangan.

Menurut Ananta, BRI memiliki visi menjadi “The Most valuable Banking Group in Southeast Asia” & “Champion of Financial Inclusion” pada 2025.

Salah satu visi untuk menjadi ‘Champion of Financial Inclusion’ tersebut dapat mendorong pemerataan kemakmuran bagi bangsa Indonesia.

“Visi BRI memang sejalan dengan visi pemerintah yang mencanangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 90% pada 2024,” ungkap Ananta Wahana dalam kegiatan Sosialisasi Holding BUMN Sebagai Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Masa Depan, bertempat di Hotel D’Gria, Kota Serang, Banten, Selasa (11/10/2022).

Kegiatan itu diikuti tokoh muda Kota Serang, M Nasir dan ratusan elemen masyarakat setempat terdiri mahasiwa, petani, tukang ojek, dan para pedagang.

Ananta menjelaskan, bahwa merujuk data survei tiga tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inklusi keuangan pada tahun 2019 baru mencapai 76,19% atau meningkat dari 67,8% pada 2016.

Dalam mewujudkan peningkatan inklusi keuangan tersebut, juga harus diikuti peningkatan literasi keuangan.

“Di mana menurut data OJK literasi keuangan baru mencapai 38,03% pada 2019, meningkat dari 29,7% pada 2016,” katanya.

Lebih lanjut Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu menyampaikan, bahwa BRI setidaknya memiliki 3 strategi utama dalam upayanya meningkatkan financial literasi index.

Pertama, mengembangkan Agen BRILink menjadi 600 ribu hingga akhir 2022 di seluruh Indonesia. Kedua, BRI pun akan mengembangkan digital advisor atau penyuluh digital.

Dengan tugas mengajari masyarakat untuk buka rekening dan bertransaksi secara digital, serta mengajarkan masyarakat melakukan pengamanan agar terhindar dari kejahatan digital.
Dan ketiga, BRI berupaya secara konsisten mengembangkan ekosistem bisnis secara digital.

“Sehingga transaksi keuangarn harian nasabah terus-menerus dilakukan secara digital, untuk menjamin keberlanjutan dari proses keuangan digital di masa depan,” sebutnya.

Agen BRILink

Legislator dari Dapil Banten itu juga memaparkan, bahwa bank pelat merah itu memiliki agen laku pandai atau Agen BRILink yang merupakan hybrid channel dari BRI secara brancless banking.

Melalui Agen BRILink masyarakat dapat menikmati layanan/jasa transaksi keuangan layaknya layanan bank di agen-agen/mitra Agen BRILink secara lebih dekat.

Jumlah Agen BRILink telah mencapai 584 ribu pada akhir Agustus 2022 dengan jangkauan mencapai 57.618 desa, atau nencakup 3/4 desa diseluruh Indonesia sudah terdapat Agen BRILink.

Dan sepanjang Januari-Agustus 2022, Agen BRILink tersebut memproses lebih dari 709 juta transaksi dengan total volume tansarksi mencapai Rp. 855,5 triliun.

“Jika melihat data ini, artinya apa. Ya, selain memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat lebih luas. Agen BRILink juga memberikan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

Untuk diketahui, disamping memiliki Agen BRILink, BRI juga menjadi induk Holding Ultra Mikro (UMi) yang dibentuk untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan.

Sinergi ekosistem ultra mikro antara BRI dengan Pegadaian dan PNM (Permodalan Nasional Madani) adalah untuk membuka akses layanan keuangan yang lebih luas kepada masyarakat.

Terdapat 45 juta potensi nasabah ultra mikro yang dapat diberdayakan. Sekitar 15 juta di antaranya sudah dapat mengakses lembaga pembiayaan formal.

Meskipun demikian, masih ada sekitar 12 juta pelaku usaha UMi yang mengakses pembiayaan informal termasuk rentenir, dan sekitar 18 juta pelaku usaha UMi lainnya belum tersentuh lembaga pembiayaan formal maupun informal. Di sinilah segmen UMi dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi BRI Group.

Setahun setelah terbentuk pada pertengahan September 2021, UMi dengan BRI sebagai induk, bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat inklusi keuangan.

Melalui Holding UMi ketiga entitas perusahaan yang tergabung memiliki lebih dari 16.900 unit gerai layanan fisik di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, 1.003 Co-Location Gerai Senyum dan lebih dari 70.000 tenaga pemasar juga dilengkapi dengan platform Senyum Mobile yang siap melayani pelaku usaha UMi.

Dalam prosesnya, BRI mensinergikan kinerja ketiga entitas dengan 3 tahapan, tahap pertama proses emporwering people. Hal ini dilakukan PNM dengan menyentuh kelompok usaha kaum perempuan lewat edukasi dan pendampingan.

Tahapan kedua adalah fase integrasi, yakni melalui perkembangan usaha, kebutuhan modal dapat dilayani oleh BRI dan Pegadaian. Pelaku usaha UMi dalam tahap ini memiliki pilihan dalam memperoleh pinjaman.

Ketiga adalah upgrade, yakni proses agar skala usaha dapat terus naik, misalnya segmen UMi menjadi segmen mikro, atau mikro ke kecil dan usaha kecil jadi menengah.

Dengan demikian, Holding UMi dapat terus mendorong pelaku usaha meningkatkan skala bisnisnya agar dapat lebih besar dan semakin Tangguh.

Pencapaian Holding UMi

Hingga akhir Agustus 2022 tercatat jumlah nasabah yang telah diintegrasikan ketiga entitas Holding UMi mencapai 23,5 juta nasabah dengan total outstanding pembiayaan sebesar Rp.183,9 triliun.

Disamping itu, BRI berhasil menaikkelaskan 1,8 juta nasabah KUR Mikro ke Komersial di tahun 2021 dan di tahun 2022 diprediksikan nasabah yang berhasil dinaik kelaskan mencapai 2,2 juta nasabah.

Hingga Agustus 2022 integrasi layanan ketiga entitas atau co-location melalui Gerai Senyum sudah mencapai 1.003 lokasi. Sedangkan target awal adalah 978 lokasi Gerai Senyum.

Penabung baru UMi mencapai 6,85 juta, adapun target awal sebanyak 3,3 juta. Nasabah PNM Mekaar yang bergabung sebagai Agen BRILink sudah mencapai 40.121.

Sementara itu, Direktur Karang Tumaritis Institute, Abraham Garuda Laksono dalam materinya menyampaikan, proses pembentukan holding BUMN tidaklah mudah, perlu kajian yang komprehensif untuk menentukan induk holding yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional.

Menurut anak muda jebolan James Cook University Singapura itu, dibentuknya holding ini diharapkan dapat menjadikan BUMN lebih berkembang hingga dapat menjangkau pasar global dan meningkatkan kinerja perusahaan, bahkan terciptanya nilai pasar perusahaan atau biasa dikenal dengan istilah Market Value Creation.

Pembentukan holding ini ditujukan untuk mempermudah wong cilik untuk mendapat pinjaman. Dengan sinergi tiga lembaga keuangan tersebut, diharapkan modal BUMN bisa lebih besar dan bunga yang ditawarkan pun bisa lebih lebih kecil.

“Pembentukan holding mempunyai harapan yang sangat besar bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.(red)