86 Pelajar Hendak Demo ke Jakarta Diamankan Polisi, Terbanyak dari Teluknaga

86 Pelajar Hendak Demo ke Jakarta Diamankan Polisi, Terbanyak dari Teluknaga
Hendak Ikut- Ikutan Demontrasi ke- Jakarta, 86 Pelajar Diamankan di Mapolres Metro Tangerang Kota. Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Sebanyak 86 anak dibawah umur atau masih berstatus pelajar non mahasiswa diamankan aparat kepolisian Polres Metro Tangerang Kota. Senin, (11/4/2022).

Dari delapan puluh enam pelajar non mahasiswa itu terbanyak diamankan berasal dari wilayah Teluknaga Kabupaten Tangerang, yakni sebanyak 26 anak dibawah umur.

Seperti diketahui, hari ini 11 April 2022, sejumlah element mahasiswa tengah melakukan penyampaian pendapat di muka umum, tuntutannya berisi penolakan terhadap penundaan pemilu 2024, menolak 3 periode masa jabatan presiden, kenaikan BBM dan kenaikan beberapa bahan kebutuhan pokok.

Untuk menghindari aksi provokasi dan menghalau para pelajar hendak menuju Jakarta, Polres Metro Tangerang Kota melakukan penyisiran di 8 titik penyekatan terdiri dari empat akses station kereta api dan empat akses jalan menuju DKI Jakarta gedung MPR DPR-RI.

“Ada 86 anak dibawah umur atau masih berstatus pelajar non mahasiswa di sinyalir akan menuju Jakarta hari ini,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Komarudin di Mapolres. Senin, (11/4).

Kata Dia, saat dilakukan pendalaman terhadap beberapa pelajar yang diamankan, ditemukan adanya ajakan melalui media sosial atau pesan WatsApp (WA) dari handphone yang dibawa oleh mereka.

“Isi dari ponsel mereka ada ajakan, akan kami telusuri siapa yang melakukan ajakan tersebut,” ujarnya.

Kapolres mengatakan para pelajar itu berasal dari beberapa wilayah di Tangerang ada yang berasal dari Tangerang Selatan dan Tangerang Kabupaten. terbanyak diamankan dari wilayah Teluknaga sebanyak 26 pelajar.

“Tim masih terus melakukan penyisiran baik di 8 lokasi penyekatan maupun secara mobile (observasi) masih akan terus bertambah jumlahnya karna informasi tersebut sudah kami dapatkan sejak semalam,” ungkapnya.

Terkait sanksi, jelas Komarudin pihaknya masih terus melakukan pendalaman dan dilakukan identifikasi termasuk sidik jari dan lain sebagainya, apabila ditemukan ada indikasi melanggar pidana akan tetap diproses.

“Jangan sampai aksi yang damai dan elegan dilakukan oleh mahasiswa di kotori oleh sekelompok orang, akan kami antisipasi juga masa kembali dari Jakarta ke kota Tangerang sampai situasi kondusif,” tandas Komarudin.