Mengenal Makna Hari Tasyrik dalam Islam
Secara bahasa, “Tasyrik” berasal dari kata Arab syarraqa yang berarti menjemur atau mengeringkan. Pada masa Rasulullah, daging kurban dijemur di bawah sinar matahari agar tahan lama—itulah asal penamaan Hari Tasyrik.
Namun dalam makna syariat, Hari Tasyrik adalah hari untuk:
- Bersyukur atas nikmat Allah setelah ibadah kurban
- Memperbanyak dzikir
- Menikmati rezeki dengan makan dan minum
Rasulullah SAW bersabda:
“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)
Hadits ini menjadi dasar kuat bahwa Hari Tasyrik bukan waktu untuk menahan diri dari makan seperti puasa, melainkan waktu menikmati nikmat Allah dengan tetap mengingat-Nya.
Baca Juga: PT Kawan Listrik Indonesia Tebar Kepedulian, Potong 2 Ekor Sapi Qurban untuk Warga Ciakar
Bagi jamaah haji, Hari Tasyrik juga identik dengan ritual melempar jumrah di Mina, sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.
Kapan Hari Tasyrik 2026? (Sertakan Tanggal Masehi)
Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H (perkiraan resmi global), Hari Tasyrik jatuh pada:
- 11 Dzulhijjah 1447 H → 27 Mei 2026
- 12 Dzulhijjah 1447 H → 28 Mei 2026
- 13 Dzulhijjah 1447 H → 29 Mei 2026
Perlu diingat, penetapan resmi di Indonesia biasanya menunggu sidang isbat pemerintah, sehingga tanggal bisa berbeda satu hari.
Infografis Sederhana: Jadwal Hari Tasyrik 2026
- Hari 1 Tasyrik → 27 Mei 2026
- Hari 2 Tasyrik → 28 Mei 2026
- Hari 3 Tasyrik → 29 Mei 2026
Hari Tasyrik selalu terjadi setelah Idul Adha, bukan setelah Idul Fitri. Jadi jika kamu pernah mendengar istilah “Hari Tasyrik Idul Fitri”, itu adalah pemahaman yang keliru.
Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik dan Alasannya
Salah satu hukum penting dalam Hari Tasyrik adalah haram berpuasa.
Baca Juga: Telkomsel Salurkan 103 Sapi dan 607 Kambing Kurban Tersebar di 600 Lokasi
Dalilnya jelas dalam hadits:
“Hari Tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim)
Larangan ini berlaku untuk semua jenis puasa, baik:
- Puasa sunnah
- Puasa nazar
- Puasa qadha (dengan pengecualian tertentu bagi jamaah haji)
Kenapa tidak boleh puasa?
Secara hikmah, Hari Tasyrik adalah momen:
- Mensyukuri nikmat Allah setelah ibadah besar (kurban dan haji)
- Menikmati rezeki, terutama daging kurban
- Membangun kebersamaan umat
Dalam perspektif spiritual, Islam tidak hanya mengajarkan menahan diri, tetapi juga menikmati nikmat Allah dengan penuh kesadaran.
4 Amalan Sunnah yang Sangat Dianjurkan
Meskipun tidak boleh puasa, Hari Tasyrik tetap dipenuhi dengan amalan sunnah bernilai tinggi.
1. Memperbanyak Dzikir
Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 203):
“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”
Hari yang dimaksud termasuk Hari Tasyrik.
2. Takbir Tasyriq
Disunnahkan membaca takbir setelah shalat fardhu sejak hari Arafah hingga akhir Hari Tasyrik.
3. Makan dan Minum dengan Niat Ibadah
Ini unik—makan pun bisa bernilai ibadah jika diniatkan sebagai bentuk syukur.
4. Berbagi Daging Kurban
Momentum berbagi kepada keluarga, tetangga, dan yang membutuhkan.
Infografis Sederhana: Amalan Hari Tasyrik
- Dzikir & Takbir
- Makan dan Minum
- Berbagi Kurban
- Silaturahmi
Ketentuan Menyembelih Hewan Kurban di Hari Tasyrik
Penyembelihan hewan kurban tidak hanya dilakukan pada hari Idul Adha (10 Dzulhijjah), tetapi juga boleh dilakukan hingga akhir Hari Tasyrik.
Artinya, batas waktu kurban adalah:
- 10 Dzulhijjah (Idul Adha)
- 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik)
Hal ini berdasarkan praktik sahabat Nabi yang melanjutkan penyembelihan hingga hari terakhir Tasyrik.
Bagi umat Islam di Indonesia, ini memberikan fleksibilitas, terutama jika distribusi daging membutuhkan waktu lebih lama.
Kesimpulan & FAQ (Pertanyaan Umum)
Hari Tasyrik bukan sekadar hari biasa setelah Idul Adha. Ini adalah momentum spiritual yang mengajarkan keseimbangan antara ibadah, syukur, dan kebersamaan.
Dari larangan puasa hingga anjuran dzikir, semua mengarah pada satu tujuan: mendekatkan diri kepada Allah dengan cara yang penuh rasa syukur.
FAQ Seputar Hari Tasyrik
1. Hari Tasyrik berapa hari?
Tiga hari: 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
2. Apakah ada Hari Tasyrik setelah Idul Fitri?
Tidak ada. Hari Tasyrik hanya terkait dengan Idul Adha.
3. Apakah boleh puasa di Hari Tasyrik?
Tidak boleh (haram), kecuali kondisi khusus jamaah haji.
4. Apa yang dilakukan saat Hari Tasyrik?
Dzikir, makan, minum, dan berbagi.
5. Apa hubungan Hari Tasyrik dengan Mina dan Jumrah?
Bagi jamaah haji, Hari Tasyrik adalah waktu melempar jumrah di Mina.
6. Apakah Hari Tasyrik sebelum Ramadhan?
Tidak. Hari Tasyrik selalu terjadi di bulan Dzulhijjah.
Memahami Hari Tasyrik membantu kita melihat bahwa Islam bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga tentang merayakan nikmat dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.