Bisnis Q Big Retail Complex Pertama dan Terbesar di Indonesia Resmi dibuka di...

Q Big Retail Complex Pertama dan Terbesar di Indonesia Resmi dibuka di Kawasan BSD City

Q Big Retail Complex Pertama dan Terbesar di Indonesia Resmi dibuka di Kawasan BSD City
Sinar Mas Land resmi membuka Q Big, retail complex pertama dan terbesar di Indonesia. Peresmian tersebut dibuka oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Jumat (16/12/2016)

TANGERANG, Pelitabanten.com – Perusahaan resmi membuka , retail complex pertama dan terbesar di Indonesia dengan menyuguhkan konsep power center di bilangan Bumi Serpong Damai (BSD) di Jalan BSD Raya utama, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, . Jumat (16/12/2016)

pusat perbelanjaan Q Big tersebut dibuka oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed .

Dengan kehadiran Q Big , Sinar Mas Land menyediakan sebuah alternatif konsep berdagang yang inovatif dan kreatif bagi para retailer dan konsumen, untuk mendapatkan pengalaman berbeda dalam berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Sinarmas Land menghadirkan inovasi baru dalam bidang retail, yaitu Q Big, BSD City,” kata CEO Retail dan Hospitalitiy Sinarmas Land Alphonzus Widjaja, dalam sambutannya di BSD, Tangerang, Jumat (16/12/2016).

Alphonzus berharap, kehadiran Q Big dapat membawa perubahan kepada seluruh pihak, di antaranya, pihak retailer. Dengan adanya Q Big, retailer dapat memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda kepada penunjung.

Baca Juga:  Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

“Karena sekarang tidak hanya bisa mengandalkan produk yang bagus dan pelayanan prima, pengalaman costumer juga pentig. Maka dengan pengalaman yang berbeda, retailer bisa menjadi lebih sukses lagi,” ungkap dia.

Kemudian, dari dari sisi costumer, Sinarmas Land bertekad melalui Q Big masyarakat dapat menikmati pengalaman berbeda dan mencari kebutuhan di berbagai retail terlengkap serta terkemuka.

Keberadaan Q Big pun diharapkan dapat menggeser destinasi pusat belanja. Selama ini, destinasi belanja hanya di Jakarta. “Destinasi belanja bisa bergeser ke wilayah Tangerang, atau sekitar Jabodetabek,” ujarnya.

Alphonzus berharap, Q Big dapat merangsang perekonomian sektor informal di sekitar BSD. Dia sangat meyakini, hal itu akan seegra terwujud. “Diharapkan dengan keberadaan Q Big, maka sektor informal ikut bergerak. Di sekitar lokasi akan ada kos-kosan, warung makanan, dan lain sebagainya,” kata Alphonzus.

Q Big pun diyakini dapat menyerap tenaga kerja berjumlah besar, hingga 5 ribu pekerja. Dengan demikian, keberadaan Q Big akan berkontribusi menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga:  Impor Barang Konsumsi Melonjak, Tanda Indonesia Diserbu Produk Asing

Mendengar begitu banyak hal positif dari keberadaan Q Big, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengapresiasi Sinarmas Land. Menurutnya, Q Big mampu memberikan warna baru bagi masyarakat terhadap tempat belanja yang memiliki suasana baru.

“Saya menyampaikan apresiasi karena berbeda. Dalam teori marketing disebutkan harus menampilkan sesuatu hal yang berbeda dan itulah yang dilakukan oleh Q Big,” kata Enggar.

Tidak hanya itu, inovasi baru tersebut juga bisa menjadi salah satu jalan keluar bagi pengusaha properti pusat perbelanjaan. Sebab, kecenderungan masyarakat yang lebih memilih berbelanja , tidak mau nerkunjung ke pusat perbelanjaan.

“Itu yang dilakukan oleh Q Big. Karena kalau hanya menampilkan tempat belanja, maka belum tentu akan didatangi. Harus ada tempat hang out, berkumpul, kuliner,” ujar dia.

Hal serupa juga disampaikan oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Lebih spesifik, dia menilai keberadaan Q Big mampu meningkatkan ekonomi dan mengurangi pengangguran.

Baca Juga:  Akibat Ratusan Penerbangan Delay, Dirut Garuda Blusukan ke Terminal 3 Bandara Soetta

“Kami pemerintah daerah selalu memberikan dukungan dalam pengembangan di daerah ini. Seperti tadi yang dibicarakan bahwa ini pun nantinya akan dirasakan manfaatnya oleh Kabupaten Tangerang, yaitu perkembangan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja,” kata Ahmed Zaki.

Zaki mengungkapkan, saat ini jumlah pengangguran di Kabupaten Tangeran sekitar 6,8 persen dari 3,7 juta jiwa penduduk. “Ini merupakan salah satu alat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran,” jelasnya