Yasonna Sambangi Korban Kebakaran Lapas di RSUD Kabupaten Tangerang, Tiga Kritis

Yasonna Sambangi Korban Kebakaran Lapas di RSUD Kabupaten Tangerang, Tiga Kritis
MenkumHAM YKabupaten Tangerang. Kamis, (9/9). Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menyambangi RSUD Kabupaten Tangerang, menjenguk kondisi korban yang masih mendapatkan perawatan secara intensif di ICU maupun ruang perawatan.

3 (tiga) orang warga binaan atau narapidana Lapas Kelas 1 Tangerang Blok C2 yang menjadi korban kebakaran hebat yang terjadi pada Rabu (8/9) dini hari, Masih kritis dan di rawat di ICU.

Kata Yasonna, kondisi ketiganya sangat serius, mereka masih dirawat didalam Ventilator sebab luka bakar yang dialami mencapai 80 hingga 98 persen.

“Kami berdoa semoga mereka bisa melewati masa masa kritisnya,” kata Dia.

Sementara, saat menemui korban lain yang beruntung tidak mengalami luka bakar yang serius, Ia berkesempatan berbincang dan menanyakan kondisi saat malapetaka itu terjadi.

“Saya melihat yang saat ini berada di ICU maupun ruang perawatan, mereka menceritakan dan melihat kondisi yang terjadi bagaimana api jatuh dari atas membakar matras dan memang kondisinya sangat mengkhawatirkan,” tutur Yasonna.

Lebih lanjut, Menteri Hukum dan HAM tersebut menyampaikan, terhadap tambahan tiga orang yang meninggal dunia hari ini, Kamis (9/9/2021). pihaknya akan menyerahkan sejumlah bantuan kepada pihak keluarga korban.

“Kemenkumham memberikan santunan kepada tiga keluarga yang hari ini meninggal dunia ada anak, istri dan paman dari ketiga korban,’ ujarnya.

“Selain santunan, semua biaya pemulasaran hingga pemakaman kami yang urus, karena identitas nya sudah diketahui jadi tidak perlu ke Inafis,” sambungnya.

Terkait penyataan dari Dirkrimum Polda Metro Jaya soal dugaan ada unsur pidana pada kebakaran tersebut dan adanya pemakaian handphone didalam lapas oleh para napi, sebab ramai beredar update salah satu korban melalui media sosialnya sekira pukul 23.00 WIB, Yasonna menjelaskan.

“Itu kami serahkan saja ke pihak kepolisian jangan berspekulasi dulu, nanti setelah tuntas dan jelas kalau ada itu baru kita sampaikan, ini kan baru terjadi, kemarin dikatakan dugaan sementara karena hubungan arus pendek listrik, biar itu kita selesaikan saja dulu,” tukasnya.

Yassona pun mengungkapkan, Timnya saat ini tengah bekerja dan masih berkonsentrasi terhadap para korban yang ada sebanyak 81 orang. Kata Dia Dirjen dan para direktur sekarang ini berkantor di lapas kelas 1 Tangerang. Ia juga memantau setiap perkembangan yang terjadi.

“Kita lihat saja hasil dari pemeriksaan semua. Tim juga masih terus bekerja menghubungi keluarga korban. kami masih menunggu Inafis dan tidak berpikiran yang lain dulu,” pungkasnya.