Warga Alar Jiban Kohod Yang Terkena Relokasi Cukup Buat Surat Keterangan Dari Desa Bila Surat Tanahnya AJB Atau Girik

Bangunan relokasi di Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Foto.(Istimewa)
Bangunan relokasi di Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Foto.(Istimewa)

TANGERANG,Pelitabanten.com-Relokasi di Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, diduga menjadi kesempatan bagi oknum aparatur desa, untuk meraup rupiah puluhan juta dengan modus pembuatan surat tanah milik warga.

Pasalnya banyak warga Alar Jiban yang terkena relokasi menjadi korban Sekretaris Desa Kohod inisial UK, dengan modus menyuruh warga membuat surat tanah yang baru untuk alas hak agar lahan tanah milik warga dibayar dengan PT, dengan biaya yang cukup fantastis.

Padahal sudah jelas dari pernyataan pihak PT Kukuh Mandiri Lestari Agung Sedayu Grup (ASG), H Eman Sulaeman, bahwa warga Alar Jiban, Desa Kohod yang terkena relokasi cukup membuat keterangan dari desa bila surat tanahnya girik atau Akte Jual Beli (AJB) biaya semampunya.

“Warga yang terkena relokasi bila surat tanah yang lama girik atau AJB cukup dibuatkan surat keterangan dari desa, kalau sertifikat tidak usah buat surat dari desa, terkait biaya semampunya, karena pihak aparatur desa sudah dapat dari kami biayanya,” papar H Eman,” via telpon whats app, Kamis (4/7/2024).

Menurut H Eman, terkait tukar menukar lahan tanah milik warga yang terkena relokasi dari yang lama dengan lahan tanah yang baru tidak dikena biaya. Karena semua pembiayaan sudah ditanggung oleh pihak pengembang (PT) yang melaksanakan relokasi.

“Untuk tukar menukar lahan tanah warga yang terkena relokasi tidak dimintai biaya, karena semua pembiayaan sudah ditanggung oleh pihak kami (PT),” paparnya.

Sebelumnya ramai diberitakan di media online, warga Alar Jiban, Desa Kohod yang terkena relokasi membuat surat tanah diduga diminta puluhan juta rupiah oleh Sekdes Kohod inisial UK, dan terdapat bukti transaksi pembayaran dari warga inisial AR ke rekening atas nama UK.(Ig)