Jurnalis Warga Komite Festival Film Indonesia Perkenalkan Wajah Baru

Komite Festival Film Indonesia Perkenalkan Wajah Baru

Komite Festival Film Indonesia Perkenalkan Wajah Baru
Jajaran Komite FFI Periode 2021 (ISTIMEWA)
Hari Guru Dinkes Tangsel

Pelitabanten.com – Film Indonesia sedang menapaki masa yang baru tanpa meninggalkan sejarah masa lalu. Melalui konferensi pers yang diselenggarakan pada Kamis, 15 Juli 2021 pukul 15.00-16.00 WIB di kanal youtube Budaya Saya, disampaikan bahwa Festival Film Indonesia atau FFI 2021 akan kembali digelar meski di tengah suasana pandemi Covid-19. Tahun ini, penyelenggaraan FFI yang ke 41 sebagai ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman Indonesia mengusung tema Sejarah Film dan Media Baru dengan subtema Beralih Masa Bertukar Rasa Film Indonesia.

“Piala Citra 2021 FFI mengangkat sebuah tema yaitu Sejarah Film dan Media Baru sebagai tema, yang merupakan perjalanan karya yang perlu selalu diingat, menjadi bahan renungan bersama dan pelajaran berharga dan tidak hanya bagi pelaku film tapi seluruh ekosistem perfilman dalam pencapaian film Indonesia di era berkembangnya media baru saat ini.”, ungkap Reza Rahadian selaku Ketua Komite FFI 2021.

Baca Juga:  KKN-PPM UGM 2020 Dampingi Pelaksanaan Rebranding Value Homestay

Komite Penyelenggara FFI berencana akan menyelenggarakan acara ini pada tanggal 10 November 2021 yang juga bertepatan dengan hari pahlawan sebagai momentum untuk mendorong serta memberi dukungan penuh bagi Alm Usmar Ismail sebagai bapak film Indonesia menjadi pahlawan nasional. Pelaksanaan FFI 2021 ini menjadi wadah bagi pelaku industri perfilman agar terus berkarya dan berinovasi.

Reza Rahadian selaku Ketua Komite FFI periode 2021-2023 juga memperkenalkan komite FFI yang baru. Adapun jajaran komite FFI pada periode ini yaitu, Garin Nugroho (Kepala Bidang Penjurian), Linda Gozali (Bidang Sekretariat), Gita Fara (Bidang Keuangan & Pengembangan Usaha), Inet Leimena (Kepala Bidang Acara), Nazira C. Noer (Humas Acara), dan juga Emira Pattiradjawane (Humas Penjurian).

Penulis: Alfina Nur Shafa (Mahasiswa program studi Hubungan Masyarakat UPN Veteran Yogyakarta)