Benda Pusaka Museum Prabu Siliwangi Warnai Festival Budaya Nusantara III

Juanda selaku kurator Museum Prabu Siliwangi saat menunjukan pedang peninggalan jaman Dinasti China. Foto Supriyadi Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Pameran benda pusaka dan Kitab kuno dari Museum Prabu Siliwangi, warnai Festival Budaya III, di Pusat pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang.

Pedang jaman Kerajaan Dinasty China, turut dipamerkan di stand Museum Prabu Siliwangi, foto Supriyadi Pelitabanten.com

Dalam pameran tersebut, turut ditampilkan beragam benda warisan yang sudah ada sejak abad 10 Masehi.

Benda pusaka jenis Kujang, dalam Pameran Museum Prabu Siliwangi di Festival Budaya Nusantara III Kota Tangerang, Jum’at (6/12), foto Supriyadi

Beragam 641 benda yang ada dalam museum Prabu Siliwangi meliputi, 131 benda batu, 60 benda keramik dinasti cina, 16 benda logam & kuningan, 165 benda senjata dan pusaka, serta 269 naskah dan kitab kuno.

“Benda yang ada di Museum Prabu Siliwangi, dan yang ditampilkan di pameran budaya ini, 70% adalah warisan Keluaraga besar Raden Sumawinata yang merupakan keturunan ke 15 Prabu Siliwangi, yang silsilah keturunannya tercatat di Museum,” ungkap Juanda selaku kurator Museum Prabu Siliwangi, saat dijumpai Pelitabanten.com, pada Jum’at (6/13/19) sore.

Selain itu, ada juga warisan tak benda atau tidak berwujud yang ada di Museum Prabu Siliwangi, yang meliputi tradisi jaman Padjajaran, tradisi ilmu pengobatan herbal budaya sunda, silat sunda Padjajaran, dan kitab kuno warisan Walisongo.

“Tradisi jaman Padjajaran yaitu Maen Boles (Bolo Leungeun Seuneu) dan Ngagotong Lisung Padjajaran yang biasa dikenal dengan nama Lisung Ngamuk. Pengobatan herbal yang dikembangkan oleh pesantren dzikir Al-Fath. Silat yang diwariskan oleh keluarga Waruko Sukabumi Padjajaran yang kemudian dikembangkan lagi menjadi nama PS Maung Bodas.” Jelasnya.

Pameran budaya benda tersebut didatangkan langsung dalam rangkaian acara Festival Budaya Nusantara III, dari Museum Prabu Siliwangi yang berlokasi di Perum Gading Kencana Blok G IV Rt09/15 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi.

“Kitab kuno yang sebagai warisan budaya tidak berwujud di Museum Prabu Siliwangi seperti Kitab Syahadat Sejati, Kitab Martabat Tujuh, Kitab Suwasit, Kitab Sasakala Prabu Kian Santang,” tandasnya.

Diketahui, Museum Prabu Siliwangi didirikan oleh Prof Dr Kh Rd M Fajar Laksana SE. CQM.MM. yang merupakan keturunan ke 17 Prabu Siliwangi.