Beranda Potret Banten SETIAP TAHUN MENTERI ANIES BASWEDAN DATANG KE LEBAK

SETIAP TAHUN MENTERI ANIES BASWEDAN DATANG KE LEBAK

726
BAGIKAN
SETIAP TAHUN MENTERI ANIES BASWEDAN DATANG KE LEBAK
Anies Baswedan berdiskusi bersama Pemuda Lebak di Pendopo Kadipaten, 9 Mei 2014

LEBAK, pelitabanten.com – Masih terekam dalam ingatan, saat-saat awal tokoh intelektual muda bernama lengkap Anies Rasyid Baswedan mengikuti Konvensi Calon Presiden pada Mei 2014 lalu. Ada belasan orang yang mengikuti kontestasi menjadi kandidat presiden versi Partai Demokrat. Anies Baswedan adalah diantara beberapa figur non-partai yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Konvensi.

“Apakah memang proses politik itu hanya untuk diikuti oleh mereka yang tidak bersih, yang tidak berintegritas? Menurut saya, justru harus lebih banyak orang bersih, berintegritas, kompeten yang berada di pemerintahan dan politik. Karena di sana keputusan yang menyangkut publik dibuat”, demikian salah satu ungkapan dalam website resmi Anies Baswedan.

“Bagi saya pribadi”, lanjutnya di laman yang sama, “jika hanya memikirkan soal kenyamanan, maka saya pilih jalani saja yang sekarang ada di bidang pendidikan. Jalan yang nyaman, damai, penuh tepuk tangan. Tapi, saya pilih proses politik ini yang artinya saya harus berhadapan dengan tantangan, dengan status-quo. Tapi saya pilih untuk berjuang dan saya yakin Anda pun ingin memastikan bahwa Republik ini, bangsa ini, dan APBN hasil iuran pajak kita semua dikelola oleh orang bersih, berintegritas, kompeten dan berpihak pada kepentingan publik”. (kala itu Anies Baswedan masih menjadi Rektor Universitas Paramadina: red)

Jauh sebelum undangan Konvensi, Anies Baswedan sebenarnya sudah merintis sebuah gerakan sosial-politik yang kemudian hari diberi nama Gerakan TurunTangan. Kira-kira awal tahun 2013. Istilah ‘turun tangan’ sebenarnya sering dipakai ketika berbicara di depan anak-anak muda yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Mengajar. Anies Baswedan selalu mengajak semua pihak untuk mau turun tangan membenahi pendidikan di negeri ini. Istilah tersebut juga sebagai kritik terhadap kebiasaan kita banyak bicara miskin kerja, maunya hanya ‘urun angan’.

Baca juga :  Tradisi Kawalu Tiba, Para Pelancong Dilarang Masuk Baduy

Jika Gerakan Indonesia Mengajar – dimana Kabupaten Lebak menjadi salah satu lokasi penempatan bagi Guru Muda untuk mengabdikan diri, tepatnya di Kecamatan Sobang – adalah bagian dari cara melunasi janji kemerdekaan khususnya di bidang pendidikan, maka Gerakan TurunTangan mengajak semua orang untuk mau repot-repot menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa. “Kebahagiaan itu justru didapat dari repot-repot turun tangan mengurusi negeri”, pesan Anies Baswedan. ‘Merajut Tenun Kebangsaan’ dan ‘Melunasi Janji Kemerdekaan’ adalah dua tagline yang menjadi tema besar curahan gagasan-gagasannya.

Sahdan. Gerakan TurunTangan diejawantahkan Anies Baswedan lewat kunjungan-kunjungannya ke berbagai daerah di Indonesia dalam kegiatan roadshow bertajuk “3000 KM Nyalakan Harapan”. Salah satu wilayah yang dikunjungi adalah pemukiman Adat Suku Baduy di Lebak-Banten pada 10 Mei 2014 yang sehari sebelumnya, Anies Baswedan menyempatkan diri bertemu dengan anak-anak muda dalam acara diskusi di Pendopo Kadipaten Lebak yang masih menjadi kantor Badan Kepegawaian Daerah (kini pindah untuk sementara di Depan Gedung Juang 45 Jalan Multaluti kota Rangkasbitung).