Beranda Budaya Pengurus DKB Cetuskan Pendirian Lembaga Pendidikan Kesenian di Banten

Pengurus DKB Cetuskan Pendirian Lembaga Pendidikan Kesenian di Banten

411
BAGIKAN
Pengurus DKB Cetuskan Pendirian Lembaga Pendidikan Kesenian di Banten
Chavchay Syaifullah

SERANG, Pelitabanten.com – Pengurus Dewan Kesenian Banten (DKB) melakukan audensi dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Banten Teddu Rukman di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Rabu (3/2/2016). Pada pertemuan tersebut, pengurus DKB yang diketuai oleh Chavchay Syaifullah mengusulkan pendirian lembaga pendidikan khusus di bidang kesenian.

Menurut Ketua DKB Chavchay Syaifullah, usulan tersebut dinilainya karena saat ini di dunia pendidikan sangat minim tenaga pengajar bidang keseniang memiliki ijazah seni atau berlatar belakang kesenian. Selain itu, perguruang tinggi yang berkonsentrasi terhadap dunia kesenian belum ada di provinsi banten.

“Adanya akademi komunitas diharapkan bisa membuat geliat kesenian di Banten semakin besar. Akademi komunitas inipun merupakan cikal bakal nanti adanya IKB (Institut Kesenian Banten-red). Untuk awal di akademik komunitas akan sampai jenjang D1. Kita awal dari yang kecil dulu,” jelas Chavchay.

Chavchay menjelaskan, untuk mewujudkan terciptanya akademi komunitas ini, pihaknya berencana akan mendatangi Kemenristekdikti. Namun hal tersebut akan dilakukan usai pembahasan bersama Pemprov Banten selesai. “Nanti DKB akan menyusun proposal pengajuan tersebut kepada Dindik. Nanti saat ke Kemenristekdikti atas nama Dindik, bukan DKB, agar lebih kuat,” katanya.

Chavchay melanjutkan, terciptanya perguruan tinggi khusus komunitas ini secara teknis dilakukan Dindik. Pihak DKB hanya berperan memberikan konsep perguruan tingginya.

“Dindik yang membiayai, kita di sisi konsep dan kebutuhan, misalnya bidang kesenian apa dan tenaga pendidiknya,” ujarnya.

Ketua DKB sendiri rencananya menargetkan di pertengahan tahun 2016 proposal rampung disusun dan akan diserahkan kepada Dindik. Tahun 2017, akademik komunitas dapat berdiri dan berjalan.

Baca juga :  Air Jadi Perhatian Serius Forum Kebudayaan Dunia