PANDEGLANG, Pelitabanten.com– Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STISIP Banten Raya resmi ditutup melalui agenda Lokakarya bertema “Optimalisasi Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif melalui Media Sosial”. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengabdian mahasiswa yang sebelumnya terjun langsung mendampingi masyarakat dalam penguatan potensi desa berbasis digital, pada Sabtu (14/02/2026).
Lokakarya yang digelar secara partisipatif dihadiri diantaranya Ketua LPPM STISIP Banten Raya, Dian Wahyu Danial. Ketua STISIP Banten Raya, Dr. Nasir, M.P. Kepala Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Wahyu Kusnadiharja. Kepala Desa Sukamanah, Kecamatan Kaduhejo, Yayan Ahyani. Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Para Dosen DPL KKM Kelompok 5 STISIP Banten Raya, dan seluruh Mahasiswa STISIP Banten Raya yang menunjukkan hasil lapang melalui Desa Wisata dan melalui media sosial.
Dian Wahyu Danial, Ketua LPPM STISIP Banten Raya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni penutupan, melainkan momentum evaluasi dan keberlanjutan program. “Mahasiswa tidak hanya hadir membawa konsep, tetapi juga praktik langsung, mulai dari pelatihan pembuatan konten digital, branding produk UMKM, hingga strategi pemasaran online,” ujarnya.
Dian Wahyu Danial menjelaskan bahwa selama masa pengabdian, mahasiswa KKM turut membantu pembuatan akun resmi desa wisata, desain logo dan kemasan produk lokal, serta video promosi destinasi unggulan.
“Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperluas jangkauan pasar produk kreatif masyarakat,” ungkapnya.
Dr. Nasir, Ketua STISIP Banten Raya dalam sambutannya menegaskan bahwa komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan KKM diharapkan mampu menciptakan kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah Desa, pemerintah Kabupaten, maupun masyarakat.
“Dengan berakhirnya kegiatan KKM ini, diharapkan program yang telah dirintis dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat desa. Optimalisasi desa wisata dan ekonomi kreatif berbasis media sosial diyakini menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ungkapnya.
Wahyu Kusnadiharja, Kepala Desa Bandung, Kecamatan Banjar yang merupakan perwakilan Desa dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan potensi lokal. Menurutnya, optimalisasi media sosial menjadi langkah strategis di era digital untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan penjualan produk UMKM.
“Saya berharap, kedepan mahasiswa yang KKM jangan berjumlah 12 orang, lebih maksimal berjumlah 20 orang. Agar program KKM dapat teroptimalisasikan selama satu bulan penuh untuk mendukung Desa Wisata,” pungkasnya. (MIR)