Jalani Ramadan dengan Suka Cita, Prof. Zakaria Syafei: Momentum Tingkatkan Kesalehan

Prof. Zakaria Syafei isi Kuliah Shubuh tentang Ibadah Rhamadan dengan Kegembiraan sebagai bentuk keimanan, pada Minggu (22/02/2026).
Prof. Zakaria Syafei isi Kuliah Shubuh tentang Ibadah Rhamadan dengan Kegembiraan sebagai bentuk keimanan, pada Minggu (22/02/2026).
Advertisement

PANDEGLANG, Pelitabanten.com– Momentum puasa hari ke-5 bulan suci Ramadan 1447, Masjid Hasanudin Muhammadiyah Pandeglang menggelar Kuliah Subuh bersama Prof. Dr. H. Zakaria Syafe’i, M.Pd. (Sekretaris Pimpinan Wilayah Provinsi Banten). Beliau mengajak jemaah menjalani ibadah Ramadan dengan kegembiraan sebagai bentuk keimanan.

Poin utama tausyiah yang disampaikan adalah terkait makna puasa. Merujuk pada QS. Albaqarah: 183, puasa adalah sarana menuju takwa dengan melatih diri menahan lapar, haus, dan syahwat (“menahan apa yang di bawah dan di atas perut”).

Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan (farhataani): 1) Bahagia saat berbuka dan merayakan Idulfitri. 2) Bahagia saat kelak bertemu Allah SWT karena kedekatan spiritual yang dibangun selama berpuasa (QS. Albaqarah: 186).

Untuk mengisi Ramadan diperlukan target ibadah. Beliau menyarankan metode satu juz sehari (pembagian 2 lembar tiap selesai salat fardu) agar interaksi dengan Alquran tetap terjaga.

Advertisement

Puasa juga berpengaruh besar pada sikap kepedulian sosial seseorang. Puasa bukan sekadar spiritualitas pribadi, tapi juga membangun empati kepada sesama melalui sedekah, salah satunya ada memberi makanan untuk berbuka.

Kuliah Ahad Pagi, tanggal 5 Ramadan 1447 H. ini, diakhiri dengan tanya jawab.

Menjawab pertanyaan jemaah, Prof. Zakaria menjelaskan bahwa para Ulama menangis saat Ramadan berakhir karena besarnya keberkahan dan dilipatgandakan pahala yang belum tentu bisa ditemui lagi di tahun depan.

“Terkait perbedaan penentuan awal bulan Ramadan, Syawal, atau Zulhijah, beliau menekankan pentingnya sikap saling menghormati dalam beribadah,” ujarnya pada Pelitabanten.com Minggu (22/02/2026).

Terakhir, Ketua Takmir Masjid Hasanuddin, M. Juwayni, menyampaikan kepada Jamaah Muhammadiyah Pandeglang agar tidak ragu dalam menerima dan menjalani ibadah sesuai dengan keputusan PP Muhammadiyah.

“Sebagaimana dulu Ki Ahmad Dahlan meluruskan arah kiblat masjid, kemudian Shalat IED dilapangan, terkait KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal), in syaa Allah, banyak yang Akan Muhammadiyah juga pada Waktunya,” pungkasnya. (MIR)

Advertisement