PANDEGLANG, Pelitabanten.com– Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Pandeglang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pandeglang pada Selasa (3/3/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk refleksi dan evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang.
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan krusial yang dinilai belum terselesaikan secara maksimal, khususnya di sektor pendidikan, kemiskinan, infrastruktur, serta transparansi dan prioritas anggaran daerah.
Ketua Forum BEM Pandeglang, Rapiudin dalam pernyataannya menyampaikan bahwa satu tahun kepemimpinan seharusnya sudah menunjukkan arah kebijakan yang jelas dan berpihak kepada masyarakat.
“Dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, saya Ketua Forum BEM Pandeglang menilai masih banyak persoalan serius yang belum terselesaikan. Anak putus sekolah dan angka kemiskinan masih tinggi, sementara infrastruktur di berbagai wilayah banyak yang rusak dan belum tertangani maksimal. Di tengah kondisi itu, anggaran di Sekda dan DPRD Pandeglang justru terlihat begitu fantastis. Kami meminta pemerintah daerah lebih peka, transparan, dan benar-benar memprioritaskan kebutuhan rakyat,” tegas Rapiudin di hadapan massa aksi.
Forum BEM menilai bahwa persoalan anak tidak sekolah, tingginya angka kemiskinan, serta kondisi jalan dan fasilitas umum yang belum merata menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan daerah.
Presiden Mahasiswa STISIP Banten Raya turut menyampaikan bahwa aksi tersebut bukan sekadar bentuk kritik, tetapi bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa sebagai kontrol sosial.
“Mahasiswa tidak sedang mencari panggung politik. Kami berdiri di sini sebagai representasi suara rakyat. Jika pendidikan masih belum merata dan akses infrastruktur masih timpang, maka itu artinya ada yang harus dibenahi dalam perencanaan dan prioritas anggaran. Pemerintah daerah harus membuka ruang transparansi seluas-luasnya agar publik dapat mengetahui ke mana arah dan realisasi APBD,” ujar Hadi Presiden Mahasiswa STISIP Banten Raya.
Senada dengan itu, Wakil Presiden Mahasiswa STISIP Banten Raya, Chika atau Ayu Riska menekankan pentingnya keberpihakan anggaran terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kami melihat perlu adanya keberanian politik untuk memprioritaskan anggaran pada sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat. Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar harus menjadi fokus utama, bukan justru tersisih oleh belanja yang kurang mendesak. Refleksi satu tahun ini harus menjadi momentum perbaikan, bukan sekadar seremoni,” ungkap Ayu Riska Wakil Presiden Mahasiswa.
Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal isu-isu strategis daerah dan memastikan bahwa kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat Pandeglang. (MIR)
