Beranda Peristiwa Banten Pelajar 17 Tahun Tewas Gantung Diri di Perumahan Alam Sutera

Pelajar 17 Tahun Tewas Gantung Diri di Perumahan Alam Sutera

335
BAGIKAN
Pelajar 17 Tahun Tewas Gantung Diri di Perumahan Alam Sutera
(Foto: Illustrasi) Natanael Yhomas (17) tewas gantung diri di rumahnya Alam Sutera.

TANGERANG SELATAN, Pelitabanten.com – Seorang pria pelajar SMA diketahui bernama Natanael Yhomas (17) tewas mengenaskan dengan cara gantung diri di atas loteng rumahnya di Komplek Sutera Jelita, RT 7/6, Kawasan Alam Sutera, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Rabu (13/7/2016).

Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Mansuri mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh salah ibu dan kakaknya Rabu, 13 Juli 2016 kemarin malam. “Korban ditemukan di loteng rumah dengan seutas tali tambang putih. Tali itu diikat simpul ke plafon lantai tiga rumah korban, ” kata Mansuri, Kamis (14/7/2016).

Kejadian tersebut bermula ketika keluarga korban baru datang masuk rumah setelah ada kegiatan di luar. Lalu kakak korban, Bernadete Olivia (25) yang masuk rumah lebih dulu langsung mencari keberadaan adiknya.

“Kakaknya ini mencari di atas loteng, karena khawatir adiknya kan suka tidur di sana. Pas ditemukan, adiknya itu sudah dalam keadaan tergantung tali tambang putih yang diikat simpul ke plafon lantai tiga,” tutur Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Mansuri, Kamis (14/7/2016).

Sontak Olivia langsung berteriak memanggil ibunya, keduanya pun langsung melepaskan jeratan tali dari leher korban dan langsung mengevakuasi korban ke lantai.

“Saat polisi tiba di tempat kejadian, tubuh korban sudah di lantai,” kata Mansuri.

Kepada polisi, keluarga korban juga mengaku, bila anak bungsunya itu sering berhalusinasi tentang dunia atau dimensi lain. Sehingga, keluarga menerima bila kejadian gantung diri ini sebagai musibah.

“Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. Jadi ini murni gantung diri,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan jasad korban, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Pihak kepolisian masih mendalami hal ini untuk memastikan penyebab dan apa yang mendorong korban melakukan hal tersebut. Namun, berdasarkan informasi warga sekitar, korban kerap bermain games online. Kemarin kebutulan internet di rumah tersebut sedang tidak berfungsi sehingga korban kesal.

Baca juga :  Masyarakat Adat Baduy Minta Kepercayaan Sunda Wiwitan Tertera di KTP
BAGIKAN