Upaya Menembus Batas, Di Tangerang Penyandang Disabilitas Diberi Pelatihan Kewirausahaan

Upaya Menembus Batas, Di Tangerang Penyandang Disabilitas Diberi Pelatihan Kewirausahaan
Pelatihan Make Up Artis, saat pelatihan Kewirausahaan Penyandang Disabilitas. Foto dok. KOMUDITA

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com–Dinas Sosial Kota Tangerang bekerjasama dengan Lembaga Kemanusiaan ESQ (LKESQ) menggandeng Komunitas Disabilitas Kota Tangerang (KOMUDITA) adakan pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas. Rabu (5/2/2020).

Sebagai upaya menembus keterbatasan yang disandang oleh difabel, para disabilitas diberikan 3 jenis pelatihan. Dari 60 peserta yang hadir dengan keterbatasan berbeda, mereka diberikan pelatihan sesuai minatnya. Pelatihan Pijat refleksi untuk Tuna Netra, Barista Kopi dan Make up Artis diikuti oleh Difabel Tuna Rungu dan Daksa.

Arief Rahman selaku Bidang Perencanaan di Dinsos Kota Tangerang mengatakan kegiatan tersebut terinisiasi setelah dirinya bertemu dengan lembaga kemanusiaan ESQ di daerah Tangerang Selatan. Berharap Difabel bisa mandiri ke depannya dengan memiliki profesi dari pelatihan kewirausahaan yang diajarkan.

“Saya bersama rekan saya Firdaus setelah berkunjung ke Lembaga Kemanusiaan ESQ berinisiatif mengembangkan keahlian para Difabel yang ada di Kota Tangerang, dengan bantuan CSR dari Wardah dan kerjasama Komunitas Disabilitas Kota Tangerang acara ini bisa dilaksanakan,” jelas Arief saat ditemui pelitabanten.com Jum’at (07/02).

Pelatihan Barista Kopi di Pelatihan Kewirausahaan Difabel Tangerang. Foto dok, KOMUDITA.

Koordinator KOMUDITA, Tuti menjelaskan para penyandang disabilitas sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan diantara pelatih hadir pula Difabel sebagai narasumber yang berprofesi sebagai penjual Kopi terkenal bertangan satu Kito Rato.

“Teman-teman Difabel sangat seru dan serius saat mengikuti pelatihan yang diadakan, dilatih sesuai dengan minatnya, dan serunya narasumber dibarista juga difabelkan, 1 tangan dia juga penjual kopi yang terkenal yaitu Kito Rato,” jelas Tuti.

Arief mengungkapkan, setelah pelatihan para Pelatih memilih 5 peserta terbaik untuk dilanjutkan dengan bimbingan lapangan dan kewirausahaan sampai para peserta tersebut mampu mandiri dengan keahlian yg mereka miliki.

Dan kini pihak Dinas Sosial bersama Lembaga kemanusiaan ESQ sedang mencari lokasi yang bagus untuk membuka usaha para Difabel yang mengikuti bimbingan lanjutan.

“Dari 3 pelatihan, tiap bidang dipilih 5 peserta terbaik untuk lanjut bimbingan lapangan dan kewirausahaan, besok di acara HUT kota Tangerang rencananya kita akan buka stand, rencana akan kita hadirkan Cafe Tuman Jasa (Tim Usaha Mandiri Jaringan Disabilitas-red), di situ kita kemas warung kopi, sambil menikmati kopi pengunjung bisa santai sambil menikmati pijat refleksi,” ungkap Arief.

Exit mobile version