Tren Covid-19 Menurun, Shaf Shalat Berjamaah Disarankan Kembali Dirapatkan

Tren Covid-19 Menurun, Shaf Shalat Berjamaah Disarankan Kembali Dirapatkan
Rapatkan dan Luruskan Kembali Shaf Shalat. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan bahwa aktivitas ibadah shalat jamaah dapat dilaksanakan dengan merapatkan shaf dan tanpa berjarak. Hal tersebut seiring dengan tren menurunnya kondisi wabah Covid-19.

Senada, MUI Kota Tangerang pun menyarankan hal serupa bagi seluruh masjid di Kota Tangerang untuk merapatkan shaf saat ibadah berjamaah.

“Fatwa tentang kebolehan perenggangan shaf ketika shalat, itu merupakan rukhshah atau dispensasi karena ada udzur mencegah penularan wabah. Dengan melandainya kasus serta adanya pelonggaran aktifitas sosial, termasuk aturan jaga jarak di dalam aktifitas publik, maka udzur yang menjadi dasar adanya dispensasi sudah hilang. Dengan demikian, shalat jamaah kembali pada aturan semula, dirapatkan. Merapatkan shaf saat berjamaah dengan tetap menjaga kesehatan”, ujar Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh seperti dikutip dari laman MUI, Jum’at (11/3/2022).

Sementara itu, Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Baijuri Khatib mengatakan MUI Kota Tangerang memberi arahan, pertimbangan serta anjuran secara lisan tentang hukum merapatkan shaf dalam sholat berjamaah kepada seluruh masjid di Kota Tangerang. Hal itu menurutnya, harus kembali merapatkan shaf dalam kegiatan sholat berjamaah.

Pertama, kata Baijuri berasalan kasus Covid-19 omicron menurun cukup baik di Kota tangerang. kemudian kedua, kembali kepada hukum asal dalam sholat berjamaah shaf harus dirapatkan.

“Ketiga selaras dengan pendapat MUI pusat. Lalu, beberapa negara, terutama negara penduduk muslim (arab saudi) juga melonggarkan aturan dengan kembali merapatkan shaf sholat berjamaah,” ujar Baijuri.

Baijuri mengatakan dalam alasan berikutnya, seringkali kita semua tidak fair soal menjaga jarak, dalam shaf sholat berjamaah harus berjarak. Sementara selesai sholat para jamaah bergerombol/kumpul tanpa memperhatikan jaga jarak.

“Agar selanjutnya dalam sholat merapatkan shaf, tetap memperhatikan hal-hal yang lain dalam protokol kesehatan. Dan agar kita semua tetap ikhtiar dalam kesehatan dan berdo’a agar berada dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya.