Tenaga Kesehatan Puskesmas Larangan Utara Dilatih Mitigasi Bencana

Tenaga Kesehatan Puskesmas Larangan Utara Dilatih Mitigasi Bencana
Mitigasi Bencana Oleh BPBD Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang terus berkomitmen mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana di daerah secara terpadu.

Salah satunya, dengan melakukan edukasi dan pelatihan penanggulangan atau mitigasi bencana, mulai dari kepada pelajar, pegawai hingga masyarakat umum.

Kali ini, pelatihan mitigasi bencana berlangsung di Puskesmas Larangan Utara.

Kepala Puskesmas Larangan Utara, dr Rosy Palupi mengungkapkan dalam kegiatan ini Puskesmas melakukan permohonan kepada BPBD. Dalam pelatihannya, diikuti oleh seluruh karyawan Puskesmas Larangan Utara ini, BPBD Kota Tangerang memberikan pengetahuan seputar mitigasi bencana. Mulai dari penetapan kebijakan terhadap risiko bencana serta edukasi siklus penanggulangan bencana.

“Terkait siklus penanggulangan bencana, yang berkaitan dengan kejadian pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Para tenaga kesehatan (nakes) dan staf puskesmas juga diajak melakukan simulasi evakuasi mandiri saat terjadi bencana kebakaran. Pelatihan evakuasi bencana juga dilengkapi dengan pelatihan manajemen dan pelaporan bencana,” ungkap dr Rosy Palupi, Selasa (27/12/2022).

Dijelaskan dr Rosy, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para petugas kesehatan dan staf untuk dapat memberikan pertolongan dan melakukan upaya-upaya tanggap, saat terjadi bencana.

Kata dr Rosy, saat ini lebih ke penanganan kebakaran, selanjutnya akan dilakukan pelatihan terkait gempa bumi dan bencana lainnya.

“Antusias para nakes dan staf cukup tinggi dengan pelatihan ini. Pasalnya, mereka bisa merasakan secara langsung bagaimana cara menangani bencana yang datang didepan mata. Seperti halnya kebakaran, bagaimana harus tenang dan langkah apa yang mereka harus lakukan diawal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas dr Rosy.