Sasar Kampung Terbelakang, TP-PKK Kota Tangerang Beri Pelatihan Barista

Sasar Kampung Terbelakang, TP-PKK Kota Tangerang Beri Pelatihan Barista
Pelatihan Barista Oleh TP-PKK Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Ist)

, Pelitabanten.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan (TP-PKK) Kota memberikan pelatihan barista, di RW 10, Pisang, Desa Sukatani, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten.

Diketahui lokasi itu merupakan wilayah Peningkatan Peranan Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Pelatihan diberikan bertujuan untuk melakukan perluasan kesempatan kerja, termasuk mengubah satu wilayah, menjadi kampung yang aktif, berpotensi dan berprestasi.

Dijelaskan Ketua Kota Tangerang, Aini Suci Wismansyah, pelatihan barista diikuti sekitar 25 peserta, digelar selama tiga hari bersama jajaran Dinas Ketenagakerjaan.

“Pelatihan ini ditujukan untuk menggugah kompetensi warga dalam dunia . Selanjutnya, diharapkan dapat membuka bisnis kopi kecil-kecilan, intinya lebih produktif dan berkembang,” ungkap Aini, Kamis (30/9/2021).

Ia kembali menjelaskan, P2WKSS merupakan program PKK bersama DP3AP2KB untuk mengubah sebuah kampung terbelakang menjadi berprestasi, terutama pada potensi wanitanya.

“Dengan itu, sebelumnya PKK sudah meneliti bersama jajaran kepala OPD potensi apa yang bisa dikembangkan masing-masing OPD di wilayah RW 10 Kampung Pisang ini. Mulai dari kompetensi warganya bersama Disnaker, kebersihan lingkungan bersama DLH, standar warganya bersama Dindik serta pengembangan potensi lainnya bersama OPD lainnya,” papar Aini.

Sementara itu, Rama salah seorang peserta mengungkapkan sangat antusias mengikuti pelatihan barista ini. Terlebih, saat ini ia sedang merintis warung kopi kecil-kecilan bersama rekannya.

“Jadi senang sekali saya bisa ikut kegiatan seperti ini, gratis dan cukup banyak teknik membuat kopi yang diajarkan disini. Mulai dari teori dan sejarah kopi, manual brew, pembuatan latte art, hingga pengembangan usaha,” jelas Rama.

Kata Rama, pelatihan-pelatihan seperti ini sangat penting untuk membuat sebuah perubahan pada kampungnya. Pasalnya, angka pengangguran di Kampung Pisang sepanjang pandemi cukup banyak dan meningkat.

“Semoga pelatihan seperti ini bisa diperbanyak dan diperluas segmentasinya. Sehingga, warga sekitar bisa lebih tergugah untuk merubah hidup, melalui bisnis atau berdagang. Tak melulu kerja sama orang,” katanya.