Perpustakaan Keliling DPAD Kota Tangerang, Dekatkan Masyarakat Pada Literatur

Perpustakaan Keliling DPAD Kota Tangerang, Dekatkan Masyarakat Pada Literatur
Mobil Perpustakaan Keliling DPAD Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Hari Pustakawan yang jatuh pada 7 Juli kemarin, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) menggencarkan pelayanan Mobil Perpustakaan Keliling kecamatan se-Kota Tangerang.

Kali ini, Perpustakaan Keliling mengunjungi Kecamatan Jatiuwung dan Ciledug, Jumat (8/7/2022).

Sub Koordinator Pengolahan dan Pelayanan Perpustakaan, Fenty Andrianie mengungkapkan dalam kegiatan ini DPAD berusaha memberikan pelayanan informasi yang tepat dan merata kepada seluruh masyarakat.

Menurutnya, bukan hanya sekitar gedung Perpustakaan Daerah, tetapi juga masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari jangkauan gedung Perpustakaan.

“Mendekatkan literatur atau meningkatkan minat baca, DPAD memang sudah membangun sejumlah Perpustakaan Mini, hingga perpustakaan di kampung tematik. Tapi memberikan suasana berbeda dengan mobil Perpustakaan Keliling dalam membaca, diharapkan dapat meningkatkan antusias masyarakat dalam mencari informasi atau pengetahuan,” ungkap Fenty.

Ia pun menuturkan, satu unit Mobil Perpustakaan Keliling bisa membawa hingga 250 jenis buku. Mulai dari buku novel, cerita bergambar, ensiklopedia, dongeng, biografi, fotografi, karya ilmiah, majalah, komik hingga buku ekonomi atau bisnis. Tak hanya keliling kecamatan, DPAD juga akan berkeliling taman tematik hingga perkampungan, untuk mengisi waktu libur sekolah.

Kata Fenty, semua masyarakat Kota Tangerang tanpa mengenal batas usia, bebas memanfaatkan layanan jasa perpustakaan keliling. Mobil Perpustakaan Keliling merupakan layanan terbuka, pengunjung dengan bebas mencari dan memilih bahan pustaka yang ada di dalam mobil.

“Semoga dengan Mobil Perpustakaan Keliling yang kembali digencarkan dapat mengurangi kesenjangan dalam mendapatkan informasi. Mengentaskan mereka yang kurang daya juang untuk memperoleh informasi, karena malas atau tak ada dukungan dari lingkungan, atau tidak tersedianya akses sumber informasi tersebut,” tegasnya.