Penertiban Pasar Irigasi Sipon Disebut Penindakan Terakhir, Jika Tidak?

Penertiban Pasar Irigasi Sipon Disebut Penindakan Terakhir, Jika Tidak?
Penertiban Pasar Irigasi Sipon Gunakan Alat Berat. Rabu, (22/2). Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – pemerintah kota (Pemkot) Tangerang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibantu TNI – Polri melaksanakan penertiban pasar ilegal disepanjang jalan Irigasi Sipon, Kecamatan Cipondoh, Rabu (22/2/2023) secara besar-besaran.

Ratusan Personil berikut dua alat berat ekskavator, puluhan truk dan enam mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan pada operasi penertiban tersebut.

“Kita melakukan tindakan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar perda tentang ketertiban umum, Penertiban ini bukan yang pertama kali dialkukan, kita berharap hari ini adalah yang terakhir,” tegas Kasat Pol PP Kota Tangerang Wawan Fauzi kepada Pelitabanten.com di lokasi penertiban.

Ia pun memastikan, pasca operasi penertiban, pihaknya akan melaksanakan giat pemantauan maupun patroli bersama dilokasi pasar sipon, memastikan tidak akan ada lagi PKL yang melanggar dengan berjualan di bahu jalan maupun trotoar.

“Pihak kecamatan Cipondoh juga telah mengalokasikan beberapa lahan untuk dapat di manfaatkan oleh para PKL yang lapaknya digusur,” katanya.

Wawan kembali menegaskan, jika masih didapati ada pedagang masih membandel berjualan di bahu jalan maupun trotoar Jalan Irigasi Sipon, pihaknya akan melakukan penyitaan dan membawa barang dagangan mereka ke Mako Satpol PP Kota Tangerang.

Dia berharap, tidak ada lagi aktifitas berjualan di sepanjang Jalan Irigasi Sipon, sebab sesuai progres pemkot Tangerang bahwa Jalan Irigasi Sipon akan dijadikan satu arah di dua sisinya.

“Kami membutuhkan waktu untuk itu, saat ini kesadaran masyarakat yang kita butuhkan bukan dengan penindakan,” tukas Wawan.

Sementara, Camat Cipondoh Khotibul Imam menambahkan, pihak Kecamatan Cipondoh akan bergabung dengan Satpol PP untuk melakukan pengawasan pasca penertiban hari ini.

“Kecamatan akan memantau, kalau nanti bakal ada lagi kita tegur, sehingga hasil dari penertiban hari ini tidak sia-sia,” ucapnya.

Disinggung adanya pengakuan dari sejumlah pedagang yang mengaku telah membayar kepada pihak tertentu agar bisa berjualan, Khotibul tak menutup mata atas kondisi itu. Namun dia memastikan kalau pun ada itu adalah tindakan oknum tertentu.

“Ya sekarang tinggal dibuktiin aja, memang nggak di mana-mana biasanya ada oknum seperti itu. Seperti penertiban hari ini ada yang minta diundur atau dibatalkan, karena apa mereka punya kepentingan di dalam yang memanfaatkan lokasi,” ucapnya.

Pantauan Pelitabanten.com di lokasi, tidak ada perlawanan dari sejumlah pedagang yang lapaknya di bongkar paksa petugas. Nampak puluhan petugas Damkar BPBD Kota Tangerang langsung menyemprot air di sepanjang jalan Irigasi tersebut setelah proses penertiban menggunakan mobil pemadam.