Pemuda Cikokol Galang Dana Bantu Keluarga Korban Tenggelam di Sungai Cisadane

Pemuda Cikokol Galang Dana Bantu Keluarga Korban Tenggelam
Malam Penggalangan dana Pemuda Cikokol Bantu Keluarga Korban Tenggelam. Foto Huda R Alfian Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Pemuda Cikokol yang tergabung dalam Organisasi Karang Taruna gelar penggalangan dana untuk dua bocah korban tenggelam di Sungai Cisadane yang merupakan warga di lingkungan mereka.

Penggalangan dana yang dibarengi dengan acara pentas musik tersebut mendapat cukup perhatian dari antusias masyarakat Cikokol dan dari kegiatan sosial tersebut didapatkan sejumlah uang kumpulan dana hasil sumbangsih warga Lingkungan RW 02.

Pemuda Cikokol Saat Lakukan Aksi Sosial Bantu Korban Tenggelam di Sungai Cisadane. Foto Huda R Alfian Pelitabanten.com

“Dalam penggalangan dana malam ini. Kami berhasil mengumpulkan sebanyak 1.281.500.- (Satu Juta Dua Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Lima Ratus -red) Alhamdulillah, apa yang kami dapat semoga bermanfaat bagi keluarga korban,” papar Fahmi, Ketua Karang Taruna RW 02, Cikokol, Kota Tangerang.

Fahmi pun mengatakan bahwa kegiatan tersebut didasari dari hati nurani warga Cikokol untuk dapat meringankan beban keluarga korban.

“Sore hari ini, dari beberapa jajaran Karang Taruna beserta warga RW 02 akan menyinggahi rumah Keluarga korban tenggelam untuk memberikan takziah. Serta dana yang kita kumpulkan bisa bermanfaat buat keluarga yg ditinggalkan,” terang Fahmi kepada Pelitabanten.com, pada Senin (26/8/19) Pagi.

Fahmi menuturkan, dari jumlah dana yang berhasil dikumpulkan, Karang Taruna RW 02 Cikokol akan membagi hasil kepada dua Keluarga korban Muhamad Husein dan Fitrah yang masih sama-sama duduk di bangku sekolah dasar.

“Insya allah, kedua pihak keluarga korban kita bagi sama rata,” tukasnya.

Mencoba untuk selalu Melihat, mendengar, dan merasakan segala situasi & kondisi di setiap arah prasa dan hati yang seakan redup dan berpijar.. Layaknya seperti pelita.. Selalu berkarya dan terus bercahaya menerangi lorong gelap setiap jiwa-jiwa yang berharap.. Dari torehan secerca tinta disehelai kertas usang di era digital, ku racik kalimat hidup dari suara-suara makhluk yang bernafas. Mengalir dan berposes melalui filosofi dunia, yang terbentuk menjadi sajian kenikmatan klimaks yang membuka panca indera dan berprosa sesuai nalar, hingga menjadi keutuhan dari akal, bagi kaum yang mau berfikir. SemangArt terussssss We Are d'Little Writter Huda R Alfian (Yudha)
Exit mobile version