NGO PRAKARSA Lakukan Riset di Lebak, Indeks Kemiskinan Multidimensi menjadi Perhatian

NGO Prakarsa lakukan riset di Kabupaten Lebak, pada Selasa-Rabu (12-13/07/2022).
NGO Prakarsa lakukan riset di Kabupaten Lebak, pada Selasa-Rabu (12-13/07/2022).

LEBAK, Pelitabanten.comNon-Government Organization (NGO) PRAKARSA melakukan riset tentang Indeks Kemiskinan Multidimensi (IKM) di Kabupaten Lebak. Kemiskinan merupakan masalah multidimensi. Situasi miskin tidak hanya meliputi aspek keterbatasan sumber daya ekonomi, namun juga berkaitan dengan keterbatasan akses untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti, pendidikan, kesehatan, dan sanitasi layak. Riset IKM ini dilakukan di Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Pihak Pemerintah Desa Bejod sudah mengetahui tentang riset yang akan dilakukan di desa ini. Mereka menyambut baik penelitian yang dilakukan oleh Tim NGO PRAKARSA tepatnya di Kampung Bantarnaga, Desa Bejod, pada Selasa-Rabu (12-13/07/2022).

Aqilatul Layyinah, tim Peneliti dari NGO PRAKARSA menjelasakan bahwa tujuan riset yang dilakukan di Kabupaten Lebak adalah untuk memotret kondisi kemiskinan multidimensi yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa selama ini pengukuran Kemiskinan yang ada di Indonesia masih menggunakan pengukuran kemiskinan moneter. Tetapi sejak 2012-2018 PRAKARSA hadir membawa inovasi untuk melakukan penghitungan kemiskinan menggunakan IKM.

“IKM ini mengukur kondisi miskin yang dialami seseorang dari beberapa dimensi, untuk pengukuran tahun 2019-2021 dimensi yang digunakan mencakup beberapa kategori deprivasi yang dialami oleh orang miskin dalam kehidupan sehari-hari mereka, seperti kesehatan yang buruk, pendidikan yang minim, standar hidup yang tidak memadai, minimnya perlindungan sosial, kualitas pekerjaan yang buruk, ancaman kekerasan, dan tinggal di lingkungan yang minim akses internet,” ungkapnya kepada awak media pada Kamis (14/07/2022).

Ia menambahkan bahwa upaya pengukuran IKM ini tentu tidak serta merta menghilangkan fungsi pengukuran kemiskinan moneter yang sudah dilakukan pemerintah, melainkan untuk memberikan pandangan yang lebih luas dan mendalam mengenai kompleksitas kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

“Melalui penghitungan IKM ini kita bisa mengetahui secara kuantitatif berapa indeks yang dimiliki masing-masing Kabupaten/Kota di Indonesia. Secara deskirptif kita juga dapat menganalisis akar masalah dari terjadinya kemiskinan di suatu wilayah. Dengan menggunakan IKM, kita dapat memberikan masukan atau solusi mengenai apa yang perlu diprioritaskan oleh pemerintah dalam rencana pembangunan daerah untuk mengentaskan kemiskinan multidimensi yang dihadapi oleh warga mereka,” ujarnya.

Keluarga besar Bapak Mas'ud dan tim riset NGO PRAKARSA.
Keluarga besar Bapak Mas’ud dan tim riset NGO PRAKARSA.

Mas’ud, warga Desa Bejod mengapresiasi hadirnya tim riset dari NGO PRAKARSA ini. Ia sangat berterimakasih kepada tim NGO PRAKARSA yang peduli dalam menjadikan desa tersebut untuk diteliti dengan maksimal. Ia berharap dengan hasil penelitian yang ada bisa memberikan masukan kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah dalam memajukan masyarakatnya.

“Berharap hasil dari riset tersebut bisa dapat bermanfaat untuk masyarakat khususnya di Kabupaten Lebak,” pungkasnya. (MIR)

Pemerhati Masyarakat, Pemerhati Kebijakan Publik @kpmipb46, FEMA-IPB, Undergraduate of IPB, Postgraduate of UNTIRTA. @MAP UNTIRTA. Passionate about Writer & Entrepreneur.