News Kota Serang Kreatif Membangun Daerah Melalui Pemanfaatan Teknologi, KKM Tematik UNTIRTA 2021 Aplikasikan Tri...

Kreatif Membangun Daerah Melalui Pemanfaatan Teknologi, KKM Tematik UNTIRTA 2021 Aplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi Bidang Pariwisata, Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan

Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si. Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sultan Ageng Tirayasa.
Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si. Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sultan Ageng Tirayasa.
Hari Guru Dinkes Tangsel

Oleh:
Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si.
Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sultan Ageng Tirayasa
(Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 88 KKM Tematik UNTIRTA 2021)

SERANG, beritajuang.com- Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Tahun 2021 dengan tema “Kreatif Membangun Daerah Melalui Pemanfaatan Teknologi”. Subtemanya meliputi bidang kesehatan, teknologi, penidikan, pariwisata, ketahanan pangan, lingkungan hidup, kebijakan dan kesadaran hukum, ketahanan ekonomi, dan kewirausahaan. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan bimbingan dari dosennya dalam mengimplementasikan nilai-nilai dan ilmu pengetahuan yang didapat di perkuliahan terutama saat kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini. Mahasiswa dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dirinya melalui berperan aktif secara langsung dalam melakukan upaya membantu masyarakat di daerah asalnya masing-masing sebagai bentuk edukasi, pencegahan, dan pemutusan rantai penyebaran Covid-19. Hal tersebut dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat sekitar sehingga masyarakat setempat dapat siaga, sigap dan tangguh menghadapi pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut salah satunya melalui program KKM Tematik Daring (Online) yang di laksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa kerjasama dengan instansi pemerintah setempat dan juga melibatkan mahasiswa serta dosen sebagai pembimbing lapangannya.

Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik tahun 2021 ini berlokasi di Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten yang dilakasanakan pada 16 Juli-18 Agustus 2021 dan diprakarsai oleh Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan delapan orang mahasiswa yaitu Didi Wahyudi sebagai ketua kelompok, Ijah Hadijah, Kurnia, Siti Atiah, Mardhotillah Laila, Rabin, Edas Yanuar Pratiwi, dan Zahrah Fitri Sagita sebagai anggota. Lokasi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Tamanjaya memiliki potensi dalam berbagai bidang, diantaranya bidang pariwisata, pendidikan, bidang kewirausahaan, dan utamanya di bidang ekonomi, serta memilik sumber daya alam yang sangat indah yang merupakan wilayah dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung sehingga sangat mumpuni untuk dikelola lebih optimal lagi ke depannya untuk menunjang perekonomian masyarakat terlebih saat pandemi dan juga sebagai upaya peningkatan semangat pemulihan ekonomi akibat bencana alam Tsunami lalu.

Baca Juga:  Meski Ada Vaksin, Mendagri Minta Masyarakat Jangan Lengah Jalankan Prokes

Potensi yang sangat terlihat dari Desa Tamanjaya ini adalah sektor pariwisata pantai, curug, dan budaya. Wisata pantai yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Kawasan Pantai Tanjung Lesung. Adapun pantai yang masih jarang dikunjungi tetapi memiliki potensi wisata yang besar adalah di kawasan Cikujang. Wisata curug yang paling sering dikunjungi adalah Curug Lengka di Kampung Kemancing. Wisata budaya terpusat di Kampung Cikadu yang terdapat Sanggar Seni Batik Cikadu dan Sanggar Seni Gentra Taruna. Selain itu, Desa Tamanjaya memiliki potensi lain dari sumber daya alamnya yaitu Potensi Cengkeh sebagian besar sebagian besar berada di Kampung Citancang, Kepuh, dan Muncang. Potensi Pisang sebagian besar berada di Kampung Muncang yang berfokus pada pengembangan keripik bonggol pisang. Potensi Perikanan sebagian besar di Kampung Cipanon dimana terdapat dermaga tempat kapal berlabuh. Potensi Kakao sebagian besar berada di Kampung Cipanon dan Karangmeungpuk. Potensi Salak Birus hanya terdapat di Kampung Cikadu yang merupakan rintisan dari PT Banten West Java (BWJ) untuk dijadikan agrowisata. Potensi Kayu Sengon berada di bagian pesisir barat Desa Tanjungjaya dan potensi kelapa yang sebagian besar berada di Kampung Citancang dan Muncang. Dengan melihat potensi ini maka Kelompok KKM 88 ini mengusung tema besar “Kreatif Membangun Daerah Melalui Pemanfaatan Teknologi”. Harapan ke depan bahwa dengan adanya inovasi dan bantuan tenaga serta pikiran dari anggota kelompok KKM ini akan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat terutama dalam mengoptimalkan potensi pariwisata untuk peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

Seluruh kegiatan dilaksanakan secara daring di rumah masing-masing anggota kelompok dan juga melalui luring dengan protokol kesehatan. Kegiatan pertama yaitu Kampung Literasi, kegiatan ini merupakan sebuah gerakan open donasi buku secara luas yang kemudian disalurkan ke TBM Desa Tamanjaya sekaligus melakukan pembelajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak dengan mematuhui protokol kesehatan. Tujuannya yaitu memberikan edukasi dan pemahaman kepada anak-anak sekitar Desa Tamanjaya tentang pentingnya budaya literasi dan Bahasa Inggris. Selanjutnya adalah Edukasi Hidroponik, kegiatannya meliputi pemberian edukasi bagaimana membuat hidroponik sederhana dengan menggunakan bahan dari rumah dengan membuat video yang kemudian dipublikasikan melalui Youtube dan Instagram. Selanjutnya melakukan penyerahan alat dan bahan pembuatan hidroponik sistem NFT kepada Masyarakat agar dapat diterapkan dan dituai secara langsung oleh masyarakat Desa Tamanjaya. Tujuannya memberikan edukasi dan praktik kepada masyarakat Desa Tamanjaya tentang bagaimana membuat hidroponik secara sederhana yang nantinya dapat bermanfaat dalam menciptakan ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga:  Silaturahmi Ke Kapolri, Dirjen Bea Cukai Minta Dukungan Naikan PNBP

Selain kegiatan utama tersebut, kegiatan pendukung juga telah dilaksanakan. Kegiatan pendukungnya yaitu CEMARA, ceramah agama dan doa bersama secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kajian tentang pentingnya qurban di hari raya kepada masyarakat Desa Tamanjaya. Kemudian kegiatan Edukasi Pengolahan Sampah Organik (Pupuk Organik), yang merupakan program kerja dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah di Desa Tamanjaya. Sehingga dengan adanya program kerja ini mampu mengedukasi masyarakat sekitar bagaimana sampah yang dihasilkan dapat bermanfaat jika diolah dengan benar khususnya untuk jenis sampah organik yang banyak dihasilkan dari rumah seperti cangkang telur dan kulit pisang. Tujuan dari program ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Tamanjaya dan sekitarnya untuk mengolah sampah organik yang dihasilkan dari rumah dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian. Selain sampah yang dibuang berkurang, dengan membuat pupuk organik sendiri rumah tangga dan masyarakat dapat mengurangi biaya pembelian pupuk sehingga dapat lebih berhemat untuk keperluan lainnya. Kemudian ada kegiatan Podcast Pariwisata, dengan memberikan informasi kepada masyarakat sekitar maupun luar terkait bagaimana prosedur berwisata di masa pandemi covid-19. Serta ajang mempromosikan tempat wisata Ujung Kulon yang berada di Desa Tamanjaya. Kegiatannya yaitu membuka question box di Instagram mengenai pariwisata yang ada di Ujung Kulon, kemudian dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dipilih dan disortir untuk di diskusikan dengan Kang Abay selaku narasumber Podcast Pariwisata yang bergerak di sektor pariwisata. Terakhir yaitu Peta Wisata Digital, Peta Wisata Digital ini di buat dalam bentuk video melalui produksi ulang dari video yang sudah ada di media sosial Kelompok KKM 88. Tujuannya adalah memberikkan gambaraan fisiografi secara umum mengenai peta wisata yang ada di ujungkulon dan juga kedepannya diharapkan dapat mempermudah wisatawan dalam berwisata di Desa Tamanjaya.

Baca Juga:  Jaring Kelompok Muda, PKS Bidik Kursi Walikota Serang
Mahasiswa KKM Tematik UNTIRTA 2021.
Mahasiswa KKM Tematik UNTIRTA 2021.

Selain kegiatan tersebut, dalam KKM Tematik ini juga dilaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan seperti webinar kesehatan. Kegiatan webinar kesehatan ini merupakan kegiatan utama dan kegiatan terbesar yang dilaksanakan dengan mengundang pemateri yang ahli dalam bidangnya dalam menyampaikan tema seputar pentingnya menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Tujuannya yaitu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Kemudian ada juga Kegiatan Pembagian Masker Gratis pada masyarakat, setiap angota Kelompok KKM 88 membagikan masker medis gratis kepada masyarakat di sekitar rumah masing-masing. Jumlah masker yang dibagikan setiap anggota berbeda-beda sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar rumah masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya memakai masker di era pandemi Covid-19 ini. Selanjutnya kegiatan Edukasi Protokol Kesehatan, kegiatan ini dilaksanakan dengan membuat poster dan video mengenai penerapan 5M dimasyarakat. Kemudian dipublikasikan melalui media sosial kelompok KKM 88. Selain itu, poster tersebut dicetak dan ditempel di sekitar rumah masing-masing anggota kelompok KKM 88. Dan juga di kantor Desa Tamanjaya, serta beberapa sekolah yang ada di Desa Tamanjaya.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Desa Tamanjaya, Bapak Ade Sutoni beserta seluruh perangkat desanya dan seluruh masyarakat Desa Tamanjaya yang telah bersinergi membantu kelancaran kegiatan KKM Tematik Kelompok 88 Universitas Sultan Ageng Tirayasa. Kami juga sampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah membagi ilmunya dalam kegiatan webinar, podcast, dan lainnya. Harapan kami, semoga kegiatan KKM TEMATIK Kelompok 88 Tahun 2021 ini dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Desa Tamanjaya dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. (*)