Musrenbang Sukasari Sebagai Pusat Kota Tangerang, Prioritaskan Kawasan Pasarlama dan Antisipasi Banjir 

Musrenbang Sukasari Sebagai Pusat Kota Tangerang, Prioritaskan Kawasan Pasarlama dan Antisipasi Banjir
Musrenbang Sukasari, Dihadiri RT, RW, dan Pokmas, perwakilan kecamatan Tangerang dan puskesmas Sukasari. Foto Supriyadi Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com–Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) Kelurahan Sukasari selesai dilaksanakan, sebagai kelurahan dengan posisi strategis di pusat Kota Tangerang yang kerap dikunjungi masyarakat luar daerah.

Permasalahan banjir di Kalipasir dan genangan air di GOR A.Dimyati menjadi prioritas pembangunan di kelurahan tersebut. Lurah Sukasari Adi Pratama mengungkapkan hal tersebut usai pelaksanaan Musrenbang dilakukan Rabu (05/02/2020).

“Evaluasi penanganan banjir di pesisir sungai Cisadane di wilayah Sukasari mengajukan sistem pergantian pintu air Katup menjadi manual, mudah-mudahan dilengkapi dengan sistem pompa air, selain itu Genangan air yang kerap timbul di Depan GOR A.Dimyati dan persimpangan Jl. Soleh Ali ke arah pasar anyar penangannya sudah kami ajukan,” ungkapnya.

Adi Pratama, Kepala Kelurahan Sukasari saat diwawancarai. Foto Supriyadi pelitabanten.com

Adi menjelaskan, selain pembangunan fisik pelatihan-pelatihan pun dimasukkan dalam musyawarah tersebut. Sebagai pengembangan sumber daya manusia di wilayahnya.

“Selain pembuatan drainase dan peningkatan jalan di lingkungan masyarakat, pelatihan blogger pun kami ajukan, untuk masyarakat menghadapi era digitalisasi saat ini,” jelasnya.

Dirinya pun menambahkan, guna memberikan kenyamanan pengunjung ke kawasan wisata pasarlama. Dirinya berharap betonisasi jalan di kawasan pasar dapat dilaksanakan dengan segera, diketahui tempat tersebut kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Dan juga jalanan pasarlama yang sekarang masih menggunakan pavingblok, mudah-mudahan bisa segera dibeton biar tidak becek, bilamana pengunjung keliling kawasan pasarlama ke Benteng Heritage, ke klenteng tua, maupun ke masjid jami kalipasir dan makam tua bisa merasakan kenyamanan dengan berjalan kaki,” tambah Adi Pratama saat diwawancarai pelitabanten.com

Exit mobile version