Miliki Hubungan Chemistry, Kapolri Resmikan Ponpes Salafiyah Tajul Falah, Kyai Muhammad Suryana: Ucapkan Terimakasih dan Rasa Syukur

Kyai Muhammad Suryana Pimpinan Pondok Salafi Tajul Falah, Kp Babakan Pedes, Desa Sipayung, Cipanas, Lebak, Banten.
Kyai Muhammad Suryana Pimpinan Pondok Salafi Tajul Falah, Kp Babakan Pedes, Desa Sipayung, Cipanas, Lebak, Banten.

LEBAK, Pelitabanten.com– Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meresmikan gedung baru milik Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Falah yang berada di Desa Sipayung Kec. Cipanas Kabupaten Lebak.

Adapun bangunan yang diresmikan Kapolri yaitu sebuah gedung 3 lantai yang berdiri di atas lahan seluas 9000 meter persegi dan menghabiskan dana sekitar 1,6 Miliar.

Kedatangan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ke Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Falah dikarenakan memiliki chemistry dan kedekatan dengan Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Falah, dikarenakan Kapolri turut andil dalam proses pembangunannya.

Kehadiran Kapolri langsung disambut dengan hikmat oleh Pimpinan pondok pesantren salafiyah itu, Kyai. Muhammad Suryana, menyambut perwira tinggi Polri yang pernah menjadi Kapolda Banten itu, dengan pengalungan sorban.

“Pengalungan sorban ini sebagai wujud terimakasih kami kepada Pimpinan tertinggi Kepolisian Republik Indonesia yang senantiasa dekat dengan para Kyai khususnya di Banten,” ucap Kyai Muhammad Suryana.

Kyai Muhammad Suryana menambahkan bahwa Kapolri tidak pernah memilah-milah mana pendidikan umum dan pendidikan pesantren.

“Alhamdulilah sangat bangga dan berterimakasih serta rasa syukur atas kunjungan nya bapak Kapolri ke Ponpes kami sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap pendidikan salafiyah yang mencetak generasi yang berahlakul karimah semoga beliau disehatkan dan amanah menjalankan tugas amal ma’rup nahyi munkar di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya.

Jaro H. Ade Ruhandi yang juga pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Falah juga mengatakan bahwa Pak Kapolri diminta untuk meresmikan bangunan baru tentu juga karena adanya chemistry dengan Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Falah ini.

“Dimana saat menjabat Kapolda Banten, Pak Sigit cukup luar biasa perhatiannya kepada tokoh agama, Ulama termasuk kepada pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Falah,” ujarnya.

Jendral Listyo Sigit Prabowo meresmikan gedung baru Pondok Pesantren Salafi Tajul Falah di Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak.
Jendral Listyo Sigit Prabowo meresmikan gedung baru Pondok Pesantren Salafi Tajul Falah di Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak.

Ia menambahkan bahwa Perhatian Pak Sigit terhadap sarana dan prasarana keagamaan sungguh luar biasa, dan beliau tidak pernah memilah-milah mana pendidikan umum mana pendidikan pesantren. “Bantuan ke Ponpes Salafiyah Tajul Falah ini juga sungguh luar biasa,” tambahnya.

Jaro Ade menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Falah tersebut tidak diperbolehkan berbadan hukum.

“Kebetulan Pesantren Salafiyah Tajul Falah ini tidak diperbolehkan berbadan hukum, jadi kita tidak menerima bantuan hibah dari APBN maupun APBD. Kita hanya menerima bantuan secara personal, jadi Pak Sigit juga membantu kami atas nama pribadi beliau,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jaro Ade menyatakan bahwa Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah membantu proses pembangunan Ponpes Salafiyah Tajul Falah tersebut dari semenjak menjadi Kapolda Banten.

“Dulu bangunan Ponpes ini hanya menggunakan bambu dan kayu, semenjak Pak Sigit menjadi Kapolda Banten pada tahun 2016, beliau membantu kami untuk membangun gedung 1 lantai. Setelah beliau beres jadi Kapolda, Pak Sigit jadi Kadiv Propam pembangunan kan belum di lanjut. Namun setelah beliau menjadi Kabareskrim, beliau menyampaikan kepada kami bagaimana pembangunan pesantren dan susah sejauh mana, untuk itu kami sampaikan mohon doanya untuk pembangunan lantai dua dan lantai tiga. Dan disitu beliau juga langsung membantu,” imbuhnya.

“Jadi seluruh kebutuhan dari mulai besi, semen, keramik dan lainnya ini semua dari Pak Sigit saat menjabat Kabareskrim. Paling saat ngecor saja dibantu juga dengan para tokoh dan alumni, jadi dari bawah sampai coran ini pak Sigit yang membantu. Dan donaturnya hanya dari Pak Sigit dan para alumni, karena kita gak boleh menerima bantuan dari pemerintah berupa APBN dan APBD maupun swasta,” pungkasnya. (MIR)