News Kota Tangerang Kemudahan Pelayanan Masyarakat Harus Jadi Budaya di Kota Tangerang

Kemudahan Pelayanan Masyarakat Harus Jadi Budaya di Kota Tangerang

Kemudahan Pelayanan Masyarakat Harus Jadi Budaya di Kota Tangerang
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah: Kemudahan Pelayanan Masyarakat Harus Jadi Budaya. Foto Pelitabanten.com (Ist)
Hari Guru Dinkes Tangsel

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Sosialisasi Pembinaan Pelaksanaan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) dan Diseminasi Informasi Kependudukan yang di inisasi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kota Tangerang.

Berlangsung di ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, dibuka secara langsung oleh Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah pada Rabu, (24/11/2021)

Arief menekankan terkait pentingnya nilai – nilai profesionalitas yang wajib dijunjung tinggi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam setiap urusan pelayanan masyarakat.

“Mempermudah urusan masyarakat harus menjadi budaya kerja bagi kita semua sebagai ASN Pemkot Tangerang,” pesan Wali Kota dalam acara yang turut diikuti oleh Asisten Tata Pemerintahan Rachmansyah dan Kepala Disdukcapil Rina Hernaningsih.

Di era society 5.0 dan revolusi industri 4.0, lanjut Wali Kota, fokus pemerintah bukan hanya tentang administrasi masyarakat namun juga bagaimana pemerintah dapat membangun masyarakat agar dapat lebih maju dan juga sejahtera.

Baca Juga:  KPU Kota Tangerang Kukuhkan PPK Pilkada 1 November

“Bangun dan bangkitkan kreativitas masyarakat, agar kota Tangerang bisa terus berkembang,”

“Perekonomian masyarakat serta nama Kota Tangerang bisa naik secara beriringan,” jelasnya.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, salah satu upaya untuk mendorong hal tersebut adalah dengan mempermudah proses perizinan berusaha bagi masyarakat.

“Bantu masyarakat untuk mendapatkan izin berusaha melalui program Paten Kecamatan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Sosialisasi Pembinaan Pelaksanaan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) dan Diseminasi Informasi Kependudukan tersebut diikuti sebanyak 117 peserta yang terhimpun dari kepala seksie pelayanan umum kecamatan dan kepala seksie tata pemerintahan kelurahan.