KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com – Keluarga guru honorer yang meninggal dunia melakukan jumpa pers klarifikasi di SDN Rancaiyuh 4, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Kamis (24/3/2022).
Karena sebelumnya telah ramai pemberitaan tentang seorang guru honorer di SDN Ranca Iyuh yang meninggal lantaran gaji honorer 3 bulan belum turun.
Dalam jumpa pers tersebut Keluarga korban membantah jika almarhumah Atikah yang meninggal dunia lantaran tidak harus menunggu gaji honorer yang belum turun selama tiga bulan.
Hafiz Kurtubi suami almarhumah Atikah mengatakan, pihak keluarga yang sedang berduka terkejut ketika mengetahui adanya narasi hoaks dengan memasang foto istrinya disebar ke sejumlah media sosial.
“Jelas narasi tersebut melukai keluarga kami. Meninggalnya marhumah dijadikan tameng untuk kepentingan tertentu. Padahal istri saya selalu dirawat, bahkan seminggu sekali berobat mengunakan BPJS kelas 1 dari perusahaan pabrik tempat saya bekerja, “ucapnya.
Terang Nafiz, pihak keluarganya menyayangkan adanya berita hoaks tersebut.
Sementara, paman almarhumah Amat Peko menambahkan, pihak keluarga tidak menerima adanya menyebarkan berita bohong terkait kejadian meninggalnya Atikah.
“Akan kami bawa ke ranah hukum pihak-pihak penyebar foto almarhumah dengan narasi bohong. Pun kepada pihak yang berstetment di sejumlah media harus diusut dan meminta maaf kepada keluarga kami, “tukasnya.
Di lokasi yang sama, Kepala SDN Rancaiyuh 1 Ridwan Muslihat menambahkan, pihaknya akan bersurat ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk memanggil para guru honorer yang mempelintir kejadian meninggalnya Atikah.
“Akan dimintai klarifikasi kepada pihak-pihak penyebar dan apa motifnya, ” Pungkasnya.
Sementara itu Ketua KNPI Kabupaten Tangerang Juanda yang mendampingi pihak korban mengatakan sayang menyayangkan adanya peristiwa tersebut.
“Berita yang tersebar itu seolah-olah keluarga korban lalai. Jelas sangat melukai keluarga korban. Ingat pesan Bupati harus bijak bermedsos (media sosial),” ujar Juanda saat mendampingi keluarga almarhumah di depan para wartawan.
Terang Juanda, dirinya mendampingi keluarga korban lantaran, almarhumah Atikah merupakan keluarga dari salah seorang pengurus DPD KNPI Kabupaten Tangerang.
“Pagi-pagi pengurus saya datang ke rumah, ngadu kalau kematian sepupunya yang guru honorer digoreng. dipolitisasi se-akan-akan meninggal dunia karena tidak bisa berobat dan menunggu turunnya gaji, ” tukasnya.
