News Kota Tangerang Kekerasan Anak Kerap Terjadi, Ini Faktor Penyebabnya

Kekerasan Anak Kerap Terjadi, Ini Faktor Penyebabnya

Irna Rudiana, Kepala Bidang perlindungan Perempuan dan Anak pada DP3AP2KB Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Istimewa)
Hari Guru Dinkes Tangsel

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Permasalahan kekerasan terhadap anak hingga saat ini masih kerap saja terjadi hingga menjadi hal yang menakutkan terhadap tumbuh kembang anak.

Bahkan, disinyalir di tengah pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) menjadi faktor utama dalam tindak kekerasan anak.

Selain itu, kekerasan anak terjadi karena faktor lingkungan. Jika lingkungan tidak ramah anak, maka kekerasan terhadap anak bisa terjadi.

Jadi, untuk bisa mengurangi adanya kekerasan anak faktor lingkungan juga harus bisa mendukung.

Kepala Bidang perlindungan Perempuan dan Anak pada DP3AP2KB Kota Tangerang Irna Rudiana mengatakan, pandemi Covid-19 ini menjadi faktor terjadinya kekerasan terhadap anak, sebab banyak orang tua yang psikologinya terganggun akibat perekonomiannya anjlok karena adanya pandemi.

“Salah satu contohnya, jika orang tua tersebut penghasilannya berkurang mengakibatkan psikologisnya terganggu. Dan itu bisa menjadi faktor utama kekerasan anak, karena apa yang diinginkan tidak sesuai capaian mereka,”ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telpon selularnya, Rabu (17/3/2021).

Baca Juga:  Gubernur Banten Dipastikan Tidak Ikut Vaksinasi Covid-19, Alasannya ?

Irna menambahkan, di Kota Tangerang sendiri kekerasan terhadap anak tidak mengalami peningkatan, akan tetapi mengenai jumlah kekerasan anak yang terjadi tidak bisa diakumulasi bulat. Karena pasti akan berubah-ubah setiap bulan dan tahunnya.

“Misalnya bulan ini ada peningkatan kekerasan anak, setelah dilakukan pendalaman oleh tim di akhir bulan tidak ada peningkatan. Selanjutnya, Kecamatan ini ada kasus kekerasan anak sekian persen tetapi setelah dilakukan pendalaman ternyata ada di kecamatan lainnya. Artinya kasus kekerasan anak di Kota Tangerang sudah tidak terlalu banyak,” paparnya.

Ia menjelaskan, penanganan kasus kekerasan anak di Kota Tangerang, DP3AP2KB sudah menyiapkan tim khusus yang di tempatkan di setiap Kecamatan yang ada di Kota Tangerang. Jika ada kasus kekerasan anak, bisa langsung dilakukan tindakan awal.

“Kita ada tim yang menangani masalah kasus kekerasan anak, bahkan tidak hanya itu tim kami juga melakukan pendampingan agar kasus kekerasan anak tidak terjadi kembali. Adanya tim ini, juga sangat penting karena juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui para kader masing-masing wilayah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Arief Ajak Warga Budayakan Pilah dan Kurangi Sampah Plastik

Irna menuturkan, bagi masyarakat yang menemukan adanya kekerasan anak di Kota Tangerang bisa langsung melaporkan aplikasi Tangerang Live, di sana akan ada petugas yang langsung melakukan tindakan. Artinya laporan masyarkat langsung ditindak lanjuti dengan cepat.

“Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak ragu dalam melapor jika melihat adanya kekerasan anak, karena dengan laporan tersebut kita bisa langsung ambil tindakan. Saya juga meminta, untuk orang tua agar bisa lebih sabar dan tenang dalam menghadapi anak-anak untuk menghindari adanya kekerasan terhadap anak,” pintanya.