Kebutuhan Pengungsi Kebakaran TPA Rawa Kucing Tercukupi

Kebutuhan Pengungsi Kebakaran TPA Rawa Kucing Tercukupi
Bantuan Terus Berdatangan di Pengungsian Kebakaran TPA Rawa Kucing di Kantor Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com –  Para pengungsi dampak kebakaran TPA Rawa kucing, Neglasari, Kota Tangerang menyampaikan terima kasih dan merasa segala kebutaan mereka tercukupi dengan bantuan yang diberikan.

Pasalnya, sudah enam hari mereka menjadi pengungsi di Aula Kecamatan Neglasari dan GOR Neglasari.

Bantuan datang dari berbagai kalangan, pengusaha, komunitas, organisasi, pekerja sosial hingga politisi di tahun politik 2023-2024.

Bahkan, para pengungsi mengaku salut dengan kesigapan seluruh petugas. Baik, petugas di pengungsian maupun petugas pemadam yang hingga saat ini tak henti-hentinya berjuang.

Kebutuhan Pengungsi Kebakaran TPA Rawa Kucing Tercukupi
Kondisi Pengungsi di Hari ke Lima di Neglasari

Seperti yang diungkapkan, Melda (34), warga RT 03, RW 07, Kelurahan Neglasari, yang mengungsi dengan tiga anaknya, satu diantaranya masih balita. mengaku, segala kebutuhannya tercukup selama di pengungsian, mulai dari pakaian, makanan berat dan ringan, susu kemasan untuk anak, susu formula untuk balita, pampers bahkan hingga pelayanan kesehatan yang standby 24 jam dokter dan obat-obatannya.

“Kalau saya mah merasa sudah cukup dan bersyukur banget dengan apa yang ada di pengungsian. Apa yang kurang? Saya rasa nggak ada, apa-apa semua ada disini. Sampai ke mainan anak saya aja disediain,” ungkap Melda.

Ia pun menyatakan, ini adalah sebuah musibah yang tak diinginkan siapa pun. “Disini nggak ada yang kurang, semua ada, apa lagi yang saya mau tuntut. Saya yakin, pemerintah juga nggak mau ini terjadi, orang mereka juga disini kelelahan. Jadi ya udah, semoga ini cepat selesai, saya nggak ada kepikiran nagih apa-apa ke pemerintah, ini musibah,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan, Ika (52), warga RT 03, RW 06, Kelurahan Neglasari yang mengaku tercukupi kebutuhan dirinya sebagai lansia, selama di pengungsian. Dia berkata makanan banyak, empat kali sehari ditambah camilan dengan berbagai menu yang enak-enak.

“Saya disini, disiapin selimut, pakaian, makanan nggak ada abisnya disini. Kebutuhan cucu juga terpenuhi, setiap hari minum susu kotak, makanan, camilan, mainan apa-apa semua ada disini,” ujar ibu paruh baya ini.

“Ini mah bencana, nggak ada yang mau kejadian begini. Udah banyak terimakasih saya dengan semuanya, mulai kebutuhan sampai para petugas yang tak henti berjuang. Kalau kata cucu saya, pemadam itu superhero. Semoga mereka sehat, kita disini alhamdulillah terpenuhi segala hal, semoga cepat kembali normal,” harapnya.

Sementara itu, Rini (34) yang mengungsi dengan suami dan dua anaknya, dimana satu diantaranya bayi mengaku terlayani dengan baik hingga segala perlengkapan bayi, yang tak ada kurangnya.

“Saya makan disini kapan aja ada aja. Bayi saya apalagi, mulai dari sabun bayi, telon, bedak bayi, pampers, susu, alat mandi bayi, sampai ruang menyusui juga ada disini. Nggak ada yang kurang dari layanan pemerintah, ini bencana, kita ambil hikmahnya aja,” tukas Rina.