Janggal, Arief Diminta Sidak Pembangunan Drainase di Kelapa Indah

Aneh, Arief Diminta Sidak Pembangunan Drainase di Kelapa Indah
Pekerjaan Drainase di Kelapa Indah Disebut Asal Jadi. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Pekerjaan peningkatan saluran drainase lingkungan di Jalan Kampung Kelapa Indah di RW 03 Kelurahan Cikokol Kecamatan Tangerang dinilai aneh dan janggal.

Pasalnya, pembangunan saluran drainase gorong-gorong bersumber dari APBD senilai Rp 554.212.600,- di kerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang dibangun asal-asalan bahkan terkesan asal jadi.

Aneh, Arief Diminta Sidak Pembangunan Drainase di Kelapa Indah
Papan Proyek

Yanuar, Warga Kampung Kelapa Indah, mengungkapkan bahwa Jalan Kampung Kelapa Indah termasuk rawan banjir dan sering masuk pemberitaan diberbagai media.

Maka menurutnya, seharusnya Dinas PUPR Kota Tangerang memprioritaskan dan lebih mengawasi pembangunan drainase di daerah rawan banjir.

“Kinerja Dinas PUPR perlu dievaluasi dan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah harus datang kesini untuk melihat dan menilai langsung (sidak) hasil pembangunan drainase yang aneh dan asal jadi, coba liat lubang galian dibiarkan jadi tempat pembuangan sampah sementara di Jalan Kampung Kelapa indah,” ungkap Yanuar kepada wartawan di lokasi pembangunan drainase itu.

 

Aneh, Arief Diminta Sidak Pembangunan Drainase di Kelapa Indah
Aneh, Jadi Tempat Sampah

Lanjut Yanuar, PT Alina Utama Karya sebagai pelaksana kegiatan tidak professional, karena dari awal proses pembangunan di bulan Oktober hingga sekarang banyak kejanggalan dan luput dari pengawasan Dinas PUPR Kota Tangerang.

“Pada awal pembangunan di hari pertama dan kedua nampak rapih, setelah digali langsung dipasang u-ditch dan di hari ketiga pelaksana hanya menggali saja selama seminggu tanpa memasang u-ditc sekitar 300 meter, setelah itu escavator sudah tidak ada di lokasi dan tidak ada aktifitas dan lubang galian dibiarkan selama seminggu,” terangnya.

Seminggu kemudian, lanjut Yanuar, kegiatan pembangunan berjalan kembali hanya memasang u-ditch, itupun bergelombang tidak rapih asal jadi banyak yang renggang, karena jumlah pekerjanya sedikit sekitar 6 orang.

“Pemasangan u-ditch tidak rata dan banyak yang renggang dan setelah selesai warga turun tangan membantu pemasangan tutup u-ditch, karena selama seminggu lubang galian dibiarkan mengganggu aktifitas warga,” tuturnya.

Setelah itu tak ada kegiatan pembangunan lagi, kata Yanuar, dari awal bulan November sampai sekarang lubang yang sudah digali sebagian dibiarkan dan anehnya pembangunan drainase hanya berjalan sebulan dan sudah tak ada kegiatan lagi, padahal waktu pelaksanaan selama 120 hari kerja.

“Proyek drainase setengah miliar bangunnya asal jadi, kegiatannya cuma sebulan dengan waktu pelaksanaan 4 bulan di papan proyek, kegiatannya cuma sebulan dan hanya sekitar 250 meter yang dipasang u-ditch, sisa lubang galian dibiarkan ditambah lagi kegiatan pembangunan terhenti dua kali dan dibiarkan Dinas PUPR Kota Tangerang, kerjanya ngapain aja,” tukasnya.

Sementara saat di konfirmasi wartawan melalui telepon selularnya untuk menanyakan pengawasan dari Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono hingga kini belum juga memberikan keterangan.