Beranda News

Gapai Sehati Hadir di Sekolah: Remaja Pandeglang Belajar Bahaya Pernikahan Dini

Gapai Sehati Hadir di Sekolah Remaja Pandeglang Belajar Bahaya Pernikahan Dini
Tim Pengabdian kepada Masyarakat IPB University menggelar kegiatan “Gerakan Anti Pernikahan Dini untuk Remaja Putri Sehat dan Bergizi” di SMAN 1 Pandeglang (Foto: ISTIMEWA)
- Advertisement -

Pelitabanten.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat IPB University Tahun 2025 menggelar kegiatan edukasi bertemakan “Gapai Remaja Sehati (Gerakan Anti Pernikahan Dini untuk Remaja Putri Sehat dan Bergizi)” di SMAN 1 Pandeglang dan SMKS Nasyrul Ulum. Kegiatan ini diikuti oleh 60 siswa

melalui metode edukasi interaktif yang dirancang agar peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagai pandangan.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan data BPS tahun 2022, sebanyak 8,06 persen perempuan di Indonesia menikah sebelum usia 18 tahun. Angka ini lebih tinggi di Pandeglang, dimana Age Specific Fertility Rate (ASFR) kelompok usia 15–19 tahun mencapai 48,55, salah satu yang tertinggi di Provinsi Banten. Kondisi tersebut jelas bertolak belakang dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yang menargetkan penghapusan praktik pernikahan anak.

Dalam kegiatan ini, para siswa mengikuti rangkaian acara mulai dari pre-test, penyampaian materi secara interaktif, diskusi kelompok, hingga post-test. Untuk menambah semangat belajar, panitia juga menyelenggarakan mini kuis melalui platform Quizizz yang membuat suasana lebih seru dan kompetitif. Materi yang diberikan meliputi faktor penyebab pernikahan dini, dampak kesehatan reproduksi, risiko psikologis, hingga strategi pencegahan. Sebagai tindak lanjut, peserta juga diberikan tugas untuk menyampaikan kembali materi yang sudah dipelajari kepada teman-teman di kelas mereka, sehingga informasi dapat tersebar lebih luas.

Gapai Sehati Hadir di Sekolah Remaja Pandeglang Belajar Bahaya Pernikahan Dini

- Advertisement -

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Dokumentasi menunjukkan siswa/i SMAN 1 Pandeglang dan SMKS Nasyrul Ulum tampak antusias mengikuti rangkaian acara, aktif bertanya, serta terlibat dalam diskusi. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pendengar, tetapi juga sebagai bagian dari agen perubahan dalam upaya pencegahan pernikahan dini di lingkungannya.

Pihak sekolah menerima dengan baik kegiatan ini dan menilai program tersebut sejalan dengan kebutuhan siswa serta memberi manfaat positif. Dukungan penuh juga diberikan, mulai dari penyediaan tempat, waktu, hingga fasilitas pendukung, sehingga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan pernikahan dini di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Tim IPB University yang diketuai Resa Ana Dina, S.K.M., M.Epid berharap, melalui keterlibatan siswa sebagai agen informasi, pengetahuan tentang bahaya pernikahan dini dapat menyebar lebih luas di kalangan remaja. Dengan begitu, angka pernikahan dini di Pandeglang dapat ditekan, sekaligus mendukung tercapainya generasi muda yang lebih sehat, berpendidikan, dan siap menghadapi masa depan.

- Advertisement -