Gandeng USAID ERAT, Diskominfo Kota Tangerang Perkuat Sarana Pengaduan Inklusi

Gandeng USAID ERAT, Diskominfo Kota Tangerang Perkuat Sarana Pengaduan Inklusi
Lokakarya Literasi dan Penguatan Simpul Masyarakat Rentan dan Difabel Dibuka Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. Senin, (19/9). Foto Pelitabanten.com (*/Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten – Memudahkan masyarakat rentan dan difabel dalam menyampaikan aspirasi, saran dan pengaduan kepada Pemerintah Daerah, khususnya di Kota Tangerang.

Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Tangerang bersama USAID ERAT menggelar Lokakarya Literasi dan Penguatan Simpul Masyarakat Rentan dan Difabel dalam Pemanfaatan SP4N Lapor!-Laksa Sebagai Sarana Pengaduan Inklusi

Kegiatan Lokakarya Literasi dan Penguatan Simpul Masyarakat Rentan dan Difabel ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Hotel Novotel Tangerang, Senin (19/9/2022).

Kepala Diskominfo, Indri Astuti menjelaskan kegiatan ini berlangsung dua hari kedepan 19 – 20 September 2022 dengan total peserta sebanyak 50 orang dengan sederet pemaparan.

Diantaranya, mulai dari pengenalan dan pengelolaan aplikasi Lapor! dan Laksa serta membangun perspektif partisipasi masyarakat untuk peningkatan pelayanan publik dengan pemanfaatan sarana Lapor!-Laksa.

“Dengan itu, kita menghadirkan beberapa pihak. Tak hanya dari pengelola aplikasi Lapor! yaitu milik Kementerian PANRB, aplikasi Laksa dari Diskominfo Kota Tangerang. Dalam acara ini juga dihadirkan sejumlah masyarakat rentan dan difabel, untuk mendengarkan secara langsung aspirasi mereka atau yang dibutuhkan dalam proses pengaduan lewat aplikasi. Selanjutnya, akan dilakukan penyempurnaan pada aplikasi Lapor!-Laksa,” papar Indri.

Sementara itu, Muhammad Maulana, Provincial Governance Advisor Banten, USAID ERAT menjabarkan saat ini aplikasi SP4N Lapor! dan Laksa sedang dalam proses integrasi. Berjalan dengan itu, semua pihak melakukan penguatan sesuai yang dibutuhkan masyarakat Kota Tangerang, khususnya masyarakat rentan dan difabel.

Lewat lokakarya dan literasi ini, USAID, Diskominfo dan masyarakat rentan serta difabel melakukan persamaan persepsi. Ditujukan untuk dapat meningkatkan kualitas literasi penanganan SP4N Lapor!- Laksa bagi kelompok rentan dan difabel.

Di samping itu, Diskominfo dan USAID juga dapat melakukan pemetaan masalah yang perlu diselesaikan kedepannya.

“Selanjutnya, USAID akan melakukan pendampingan kepada Diskominfo lewat beberapa bentuk kegiatan dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan. Sehingga, USAID secara nyata dapat membantu Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas mekanisme pengaduan di Kota Tangerang, khususnya untuk masyarakat rentan dan difabel yang juga bagian dari Kota Tangerang,” tegasnya.