Ferawati, M.Pd: Lewat E-Learning, Produktivitas Guru SMK dapat Lebih Ditingkatkan

Ferawati, M.Pd: Lewat E-Learning, Produktivitas Guru SMK dapat Lebih Ditingkatkan
Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global di SMK Bina Mandiri, Kabupaten Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Ist)

Pelitabanten.com – Menghadapi era digitalisasi dan dimasa Pandemi Covid-19 saat ini, Tenaga pendidik (Guru) dapat lebih mengembangkan dan meningkatkan produktivitas pembelajaran melalui program E- Learning.

Electronic Learning atau E-Learning adalah pembelajaran secara elektronik atau proses belajar mengajar yang dilakukan secara online.

Pemaparan terkait pembelajaran secara E-Learning ini disampaikan Dosen Program Studi Teknik Informatika pada Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global, Ferawati, M.Pd saat mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajari di perkuliahan langsung kepada masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan di SMK Bina Mandiri Jalan Raya Cadas Kukun KM 2,5 Pabuaran, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Selama 5 hari pada bulan Agustus 2022 lalu.

Ferawati, M.Pd: Lewat E-Learning, Produktivitas Guru SMK dapat Lebih Ditingkatkan
E-Learning

“Penggunaan internet merupakan salah satu faktor pendorong terpenting terhadap dunia pendidikan bahkan pertumbuhan ekonomi,” kata dia melalui siaran pers tertulis kepada Pelitabanten.com. Selasa, (20/9/2022).

Menurutnya, berdasarkan Survei Aplikasi Pengguna Jasa Internet Indonesia, penguna internet pada tahun 2017 sebanyak 143,26 juta jiwa. Bila dibandingkan dengan tahun 2016, terjadi peningkatan pengguna internet sebesar 7,37 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa saat ini sebesar 54,68 persen penduduk indonesia mengakses internet.

“Pembelajaran melalui teknologi E-Leraning inilah satu-satunya jembatan yang dapat menghubungkan antara guru dan siswa tanpa harus tatap muka, dan guru merupakan manusia pembelajar yang ikut berperan aktif,” paparnya.

Oleh karena itu, guru dituntut untuk menjadi profesional di bidangnya. Guru yang profesional adalah guru yang mampu mengimplementasikan dengan efektif dan efisien prinsip-prinsip pedagogik ke dalam rencana pembelajaran dan pelaksanaannya.

Terdapat keterbatasan dan kemampuan dalam merencanakan, menyiapkan, dan membuat bahan mengajar dari seorang Guru terhadap muridnya lewat E-Learning.

“Masalah lainnya adalah banyak guru yang kesulitan ketika diminta menyusun bahan ajar sendiri. Guru cenderung memilih untuk menggunakan bahan ajar buatan orang lain daripada buatan sendiri,” ungkapnya.

Permasalahan

1.Kurangnya kompetensi mitra dalam mengembangkan bahan ajar e-learning yang kekinian sesuai dengan perkembangan teknologi.

2. Bahan ajar yang selama ini digunakan oleh mitra dalam kegiatan pembelajaran adalah hanya sebatas dari buku siswa dan buku guru.

3. Kurangnya pengadaan kegiatan pelatihan yang mengasah kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar terutama bahan ajar E-Learning,

4. Mitra belum memiliki kemampuan IT yang memadai dalam mengembangkan bahan ajar E-Learning.

Solusi

1. Pendampingan sosialiasi bahan ajar E-Learning.

2. Pelatihan atau bimbingan teknis sesuai dengan pembuatan bahan ajar E-Learning.

3. Workshop pembuatan dari bahan ajar yang dibuat sendiri oleh guru.

4. Pengenalan dan Workshop platform bahan ajar E-Learning.

Kesimpulan

Pengabdian kepada masyarakat (PKM) sangat membantu para guru dalam meningkatkan kreativitas melalui pelatihan kemampuan mengoperasikan perangkat lunak komputer, pendamping dibutuhkan saat pelatihan dan mengembangkan produktivitas guru.

Menutup pemaparannya, Ferawati pun mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Kebudayan Riset dan Tekhnologi (Kemdikbudristek) yang telah memberikan dana hibah sehingga kegiatan PKM dapat terlaksana dengan sangat baik.