Edukasi Publik Soal Rupiah, Chairany Savitri: Emak-Emak Bijak Kelola Keuangan

Edukasi Publik Soal Rupiah, Chairany Savitri: Emak-Emak Bijak Kelola Keuangan
Chairany Savitri Saat Sampaikan Partisipasi Edukasi Publik Rupiah di Ballroom Hotel Narita, Cipondoh. Senin (26/12). Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Bangga mata uang Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan NKRI, dan alat pemersatu bangsa.

Kemampuan masyarakat diharapkan saat memiliki rupiah. Bagaimana mengetahui asli atau tidaknya uang rupiah.

Mengelola dengan bijak agar bermanfaat secara konsumtif maupun produktif agar keuangannya dapat berputar dengan baik dan benar.

Hal tersebut disampaikan Chairany Savitri wanita yang akrab disapa Teh Ike, selaku Ketua panitia pelaksana Partisipasi Edukasi Publik PEP) bertema “Peran Bank Indonesia Dalam Menjaga Keaslian Rupiah” bersama Bank Indonesia (BI) Banten dan Anggota DPR-RI Komisi XI Andi Achmad Dara. Senin (26/12/2022).

“Kita bersama Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk peduli terhadap uang Rupiah bukan hanya sebagai alat transaksi pembayaran tapi sebagai kebanggaan sebagai warga negara republik Indonesia,” kata Fungsionaris perempuan muda partai Golongan Karya (Golkar) kota Tangerang itu.

Menurut Ike, wanita biasanya lebih berperan dalam mengelola keuangan, maka Ia bersama Yayasan Pendidikan Islam Diniyah dan Sholihin berharap kaum emak-emak dapat lebih bijak dalam berbelanja, mengelola serta menggunakan keuangan di rumah tangga.

“Kami berharap setelah mendapatkan edukasi, terutama kaum wanita, dapat menanamkan budaya menabung, menyisihkan uang belanja dan bisa membedakan antara uang asli dan palsu,” katanya.

Langkah edukasi rupiah ini mendapatkan apresiasi dari Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin.

Menurutnya, Gerakan edukasi dan sosialisasi ini semakin menarik karena adanya sentuhan kearifan lokal dalam mata uang rupiah.

“Semoga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan fungsi dari mengelola keuangan,” ujar Sachrudin.