Beranda News

Diduga Ada Oknum Pengatur Air Perum Kembang Harum 2, Warga Minta Usut Tuntas Pelaku

Pengelola Air Swasta Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.
Pengelola Air Swasta Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

LEBAK, Pelitabanten.com– Permasalahan air selalu menjadi penyebab utama di Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Kejadiaan ini menimbulkan polemik kepada warga Perumahan Kembang Harum 2 pada Rabu (07/07/2021).

Ibu Bayi selaku pemilik perusahaan pengelola usaha air swasta di Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, menyampaikan bahwa mesin air dalam keadaan baik dan tidak sedang dalam perbaikan.

“Jika dalam perbaikan maka peran Humas akan difungsikan sehingga akan disosialisasikan kepada para penghuni Perumahan Kembang Harum 2,” ucapnya.

Diketahui bersama bahwa pada Bulan Maret lalu, para Penghuni Perumahan Kembang Harum 2 melakukan demonstrasi serentak dengan tidak membayar iuran air perbulan hingga di rapel pada bulan Juni 2021.

Ditanya soal apakah ada dugaan oknum pengatur air, Ibu Bayi tidak menjawab lebih detail, hanya saja menjawab “saya akan menghubungi Pak Eli dan nanti baru saya kabari bapak lagi,” tuturnya.

Fikram menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menjelaskan bahwa Tanggung Jawab Pelaku Usaha Pasal 19 (1) Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/ atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.

“Kami selaku konsumen meminta ketegasan kepada pelaku usaha dalam pengelolaan air tersebut,” ungkapnya.

RT 04, Pak Daniel, bahkan sudah menghubungi pihak Pak Eli dengan mengirimkan pesan WhatsApp nya yang menjelaskan bahwa warga Perumahan Kembang Harum 2 khususnya di RT 04 sangat mengeluhkan kondisi air sering mati. Apalagi setiap sore sering mati.

“Penyebabnya sebenarnya apa, sudah tiga hari Blok S dan Blok T tidak mengalir airnya. Apa perlu warga demo dulu ke air,” geramnya. (MIR)