Curigai Sang Pacar, Mahasiswi Asal Nias Diduga Tewas Dibunuh di Tangerang, Keluarga Minta Polisi Usut Hingga Tuntas

Curigai Sang Pacar, Mahasiswi Asal Nias Diduga Tewas Dibunuh di Tangerang, Keluarga Minta Polisi Usut Hingga Tuntas
Tim Kuasa Hukum Keluarga Korban Usia Melakukan Audiensi dengan Satreskrim Polres Metro Tangerang kota. Rabu, (19/10) siang. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat berinisial WG (21), dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Sari Asih, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu (7/8/2022) lalu sekira pukul 19.00 WIB.

Pihak keluarga korban dikampung halaman awalnya hanya menerima informasi bahwa korban sakit dan dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Penasihat hukum keluarga korban dari EDMD Lawfirm & Partner, Efri Darlin Marto Dakhi menyebutkan, pihak keluarga korban menerima kabar duka bahwa WG sudah tutup usai saat dirawat di rumah sakit.

Namun pihak keluarga merasa curiga lantaran ada sejumlah kejanggalan yang menyebabkan wanita muda asal Desa Hayo, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara itu meninggal dunia.

“Ada suatu hal yang menurut kami janggal, sebab korban dinyatakan meninggal oleh dokter diperkirakan kurang lebih 2 jam sebelum tiba di rumah sakit,” ucap Dachi usai melakukan audiensi dengan pihak Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota perihal perkembangan kasus yang sudah dilaporkan oleh pihak keluarga korban, Rabu (19/10/2022).

Diketahui, kakak kandung korban sudah melaporkan peristiwa yang menimpa adik kandungnya WG ke Polres Metro Tanggerang Kota dengan laporan polisi nomor: LP/B/1130/VIII/2022/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya, tertanggal 10 Agustus 2022.

Dachi menyebut, WG diduga merupakan korban pembunuhan atau penganiayaan, sebab saat dirumah sakit dibeberapa bagian tubuh korban didapati penuh luka lebam mulai dari leher, punggung hingga kaki, bahkan dari foto yang diperlihatkan terlihat korban mengeluarkan kotoran dari tubuhnya.

“Bahkan pakaian yang dikenakan korban ini bukanlah miliknya yaitu milik pacarnya CG, hingga celana dalam dan branya pun juga tidak ada,” katanya.

Keluarga mengatakan kondisi korban penuh luka lebam tersebut diketahui usai jasad WG dipindahkan dari ruang IGD ke ruang pemulasaraan Jenazah untuk dilakukan otopsi.

Dachi menjelaskan, untuk itu kehadiran pihaknya agar penyelidikan dan penyidikan berjalan baik sehingga hak kliennya pun bisa terealisasi, pihaknya juga mendukung Polres Metro Tangerang Kota dan percaya jangan sampai integritas tercoreng.

“Selain menanyakan sudah sejauh mana tindak lanjut dari laporan, kami juga membantu mereka dengan menunjukan beberapa kejanggalan sebagai harapan kami lebih cepat di ungkap dan kami akan mengawal terus kasus ini hingga terbukti faktanya karena menyangkut nyawa,” jelasnya.

Sebagai informasi, kakak kandung korban sudah menyerahkan kasus ini untuk diketahui perkembangannya melalui kuasa hukum. Keluarga meyakini pihak kepolisian akan bekerja dengan sebaik mungkin untuk membuka kasus ini secara terang benderang.