Bus KPK Mampir di Tugu Adipura Kota Tangerang, Ini Penjelasan Wakil Ketua KPK dan Wali Kota

Bus KPK Mampir di Tugu Adipura Kota Tangerang, Ini Penjelasan Wakil Ketua KPK dan Wali Kota
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah (kanan) dan Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta (kacamata) Saat Memberi Keterangan Pers. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Bus KPK membawa rombongan dikomandoi Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta, mampir di tugu Adipura Kota Tangerang Minggu, 11 Juni 2023 pagi di area Car Free Day.

Ternyata, kehadiran bus tersebut untuk road show dalam rangka mengedukasi dan memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang apa itu korupsi dan bagaimana cara pencegahannya.

Disebut Alexander Mawarta, dalam keterangan kepada wartawan, terdapat ciri-ciri dari upaya korupsi itu sendiri dan ada cara pencegahan juga terhadap praktik korupsi, terhadap budaya korupsi bisa saja dan biasa terjadi di masyarakat.

“Kehadiran kami untuk memberikan edukasi apa itu korupsi dan ciri-cirinya, dan ini yang biasa terjadi di masyarakat, yang hadir di car free day ini  adalah para guru dan siswa-siswinya,” kata Dia.

Dan menurutnya, tenaga pengajar (guru) dapat memberikan pendidikan anti korupsi itu, hingga nanti saat Indonesia emas 2045, generasi yang dididik mulai hari ini di Kota Tangerang, ketika mereka sudah memasuki dunia kerja, dunia demokrasi, bisa sukses tanpa korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Jadi, bila mereka menemukan praktek tindak pidana korupsi, seperti suap, mark-up harga, ataupun bentuk gratifikasi jabatan lainnya, masyarakat juga bisa langsung melaporkannya ke KPK,” ujarnya.

“Karena kan yang OTT (operasi tangkap tangan) kan begitu, kita dapat laporannya dari masyarakat,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Kota Tangerang, Arief R wismansyah, bersama KPK Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berupaya mempersiapkan generasi anti korupsi guna mewujudkan Kota Tangerang yang bersih dan transparan.

Upaya yang dilakukan hari ini, Minggu (11/6/2023) saat kehadiran Bus KPK di Car Free Day pihaknya mengukuhkan 300 guru bimbingan dan konseling (BK) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai Guru Berintegritas, dimana nantinya mereka akan mengisi kelas-kelas pada pelajaran antikorupsi di masing-masing sekolah yang ada di Kota Tangerang.

“Guru-guru yang dilantik ini adalah para guru yang telah mengikuti pelatihan dari inspektorat tentang pendidikan anti korupsi, mereka akan mengisi kurikulum tentang apa dan bagaimana korupsi itu,” katanya.

Arief menjelaskan, gambarannya adalah nanti anak-anak (pelajar) ini akan diberikan tugas yang juga akan melibatkan para orang tua masing masing, ada tugas kelompok yang dapat dikerjakan bersama – sama, tugas dan belajar bersama ini adalah tentang pencegahan budaya korupsi.

“Kami berharap generasi penerus dan masyarakat dapat teredukasi dengan baik bagaimana mewujudkan Kota Tangerang yang bebas dari korupsi dan berintegritas.” ujar Arief.

Ia menambahkan, memasuki tahun politik saat ini, peran para guru sangatlah penting untuk menanamkan dan mengajarkan nilai-nilai integritas kepada anak-anak terutama dalam meminimalisir politik uang.

“Pesan dari KPK adalah kita semua harus ikut mendukung terselenggaranya pesta demokrasi dengan memilih pemimpin-pemimpin yang berintegritas.”

“Karenanya melalui sosialisasi ini saya harap para guru ini dapat memberikan contoh, menanamkan dan mengajarkan kepada anak-anak agar memiliki integritas, terutama juga para orang tua yang memiliki hak pilih dengan menolak politik uang.” imbuhnya.

Lebih dalam, Wali Kota dua periode Ini berharap edukasi yang disampaikan nanti dapat semakin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menumbuhkan nilai-nilai integritas dan mentalitas melawan praktik korupsi.

“Semoga dengan kegiatan sosialisasi ini kita semua dapat semakin berani untuk jujur, berani untuk menolak praktik-praktik korupsi dan semoga Kota Tangerang semakin mendapatkan keberkahan dan kemajuan serta kemaslahatan untuk kita semua.” pungkas Arief.