News BIN Banten Tindaklanjuti Intruksi Presiden Jokowi, Ini Selengkapnya

BIN Banten Tindaklanjuti Intruksi Presiden Jokowi, Ini Selengkapnya

, Pelitabanten.com – Badan Intelijen Nasional (BIN) Provinsi Banten dan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar menggelar Imunisasi Vaksin untuk para pelajar dan masyarakat di Aula Perguruan Besar (PB) Mathla’ul Anwar Menes. Sasaran tersebut yaitu Satriawan dan Santriawati.

Kepala BIN Daerah Banten Brigjen Cahyono Cahya Angkasa mengatakan, vaksinasi untuk santri dan pelajar ini merupakan salah satu upaya bersama untuk meningkatkan herd imunity masyarakat Banten, khususnya untuk para pelajar serta para santri yang ada di wilayah provinsi Banten.

“Untuk hari ini, 272 peserta yang mengikuti vaksin, B IN Banten bekerjasama dengan Dinas Provinsi Banten dan Dinas Kabupaten/Kota serta Kementrian Agama di Banten menyelenggarakan Vaksin untuk santri dan pelajar door to door, hal ini merupakan upaya kita bersama dalam mewujudkan Herd Immunity masyarakat Banten,” ujarnya kepada wartaw

Brigjen TNI Cahyono Cahya Angkasa mengatakan, untuk vaksinasi ini pihaknya
menargetkan 328 dan Siswi penerima vaksin, Vaksinasi ini juga lanjutnya, bagian dari upaya akselerasi dalam mewujudkan sinergitas dengan pemerintah, BIN, TNI dan Polri.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Kota Tangerang, Pemotor Tergilas Roda Truk Fuso

“Untuk kita yang ada di wilayah harus saling bersinergi untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan vaksin ini kepada masyarakat,” kata Pria dengan pangkat bintang satu dipundak.

Selain melaksanakan vaksin, BIN juga kerap kali membagikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal itu, sebagai upaya penguatan di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami juga membagikan sembako agar masyarakat terbantu, walaupun jumlahnya tidak banyak, minimal bantuan sembako ini dapat meringankan beban masyarakat”, tambah Kabinda Banten.

“Kegiatan ini akan terus berkelanjutan, vaksinasi untuk Masyarakat, pelajar SMP dan SMA di wilayah Banten, kita lakukan vaksinasi sampai mencapai hampir 3.000 yang kita vaksin,” terang Kabinda.

Sementara itu, di tempat yang sama, Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, sangat mengapresiasi serta berterimakasih kepada Kabinda yang telah melibatkan pihaknya untuk vaksinasi masal para pelajar dibawah naungan Mathla’ul Anwar Banten.

Baca Juga:  Silaturahmi ke MUI, BKPRMI Banten Sinergikan Program Dakwah dan Keumatan

“Kami dari pengurus besar miftahul anwar menyampaikan ucapan terimakasih kepada BIN yang telah menjadikan vaksinasi massal umtuk siswa ini di tempat kami ini,”tutur Mulyadi.

Mulyadi menyebut, kalau vaksinasi masal yang digelar BIN Banten ini sangat disambut baik oleh keluarga Besar Mathla’ul Anwar, hal itu terbukti dengan minat para pelajar serta warga Mathla’ul Anwar yang ingin mengikuti Vaksinasi tersebut.

“Insyallah siswa siswa kita sudah berkumpul dari siswa Tsanawiyah, Aliyah, insyallah tercapai 272 siswa dan berjalan dengan lancar,”beber Mulyadi.

Untuk diketahui, kegiatan vaksinasi serupa juga dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah lain dengan total peserta mencapai 16.279 orang, sementara rincian di Jawa Barat menyasar 14.429 pelajar dan di Banten 1.850 pelajar.

Hal itu, dikatakan langsung oleh Presiden Joko Widdodo (Jokowi) melalui konferensi Video dengan beberapa perwakilan di Jawa Barat dan Banten.

Baca Juga:  KBRI Korea Selatan Ditutup, Dedy Fitriadi Tegaskan Pemda Untuk Deteksi Ketat Virus Corona

Dalam dialog tersebut, Presiden bertanya terkait total peserta vaksinasi dan kecukupan stok vaksin yang tersedia di setiap daerah tersebut. Kepala Negara pun meminta kegiatan vaksinasi terus dilaksanakan agar kekebalan komunal di masyarakat dapat tercapai secepatnya.

“Bagus, dikejar terus. Segera diselesaikan agar bisa segera dicapai kekebalan komunal dan kalau ada kekurangan vaksin segera sampaikan ke gubernur atau langsung ke menteri, sehingga semuanya bisa segera cepat rampung, cepat selesai vaksinasinya,” ujar Kepala Negara.

Selain itu, Presiden pun menanyakan soal ketersediaan fasilitas isolasi terpusat (isoter) dan tingkat keterisian tempat tidur di atau bed occupancy rate (BOR) di daerah-daerah tersebut.