Anggota Komisi IX DPR RI Bersama BKKBN Sosialisasi Cegah Stunting di Tangsel

Anggota Komisi IX DPR RI Bersama BKKBN Sosialisasi Cegah Stunting di Tangsel
Dewan Muhammad Rizal saat menyerahkan pemenang doorprize kepada masyarakat,(dok ist)

TANGERANG SELATAN, Pelitabanten.com , – Muhammad Rizal Anggota Komisi IX DPR RI bersama BKKBN Provinsi Banten dan DP3AP2KB Kota Tangerang Selatan menggelar sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) program bangga kencana kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan

.Kegiatan sosialisasi tersebut dalam rangka mengedukasi masyarakat soal gizi buruk pencegahan stunting. di gelar di gedung BLK pelatihan tenaga kerja perum griya asri raya, kelurahan Jelupang Kecamatan Serpong Utara, selasa (25/10/2022).

Muhammad Rizal menjelaskan pencegahan stunting itu mulai dari edukasi, bagaimana pencegahan secara medisnya, dan pelayanannya yang harus diperhatikan. Dan bagaimana anak-anak stunting ini agar bisa bertumbuh kembang dengan lebih baik terutama pada ibu hamil dan calon pengantin untuk tetap menjaga kesehatan.

“tadi sudah di jelaskan oleh narasumber, untuk pencegahan stunting di mulai dari semenjak calon pengantin harus sudah disiapkan seperti memeriksa kesehatannya termasuk umurnya juga, lalu pada saat hamil harus di perhatikan juga, setelah bayi lahir proses pertumbuhan anak juga diperhatikan, jadi benar benar semuanya harus di perhatikan setiap prosesnya.” terang Rizal.

Muhammad Rizal melanjutkan terkait soal gizi, menurutnya ini perlu diperhatikan juga oleh pengantin ketika sudah menikah sampai mempunyai anak, seperti dari makanannya, pola gizinya sehat, pola hidupnya teratur menjaga kesehatan jasmani dan rohani, agar terciptanya keluarga yang berkualitas, produktif dan sejahtera.

“Semoga dengan adanya sosialisasi terus menerus seperti ini masyarakat akan memahami bahwa perlunya hidup sehat, semoga generasi muda kita menjadi generasi yang cerdas, kuat dan memiliki prestasi, dan kita mencapai generasi Indonesia emas di tahun 2045,” jelas Rizal Politisi PAN asal daerah pemilihan Banten III, Tangerang Raya.

Dewan Muhammad Rizal dan Narasumber saat berfoto bersama masyarakat.(dok ist)

Sementara itu, plt. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten, dr. Dadi Ahmad Roswandi mengatakan, jika mengacu pada level Provinsi Banten angka stunting di angka 24,5 persen. Artinya, angka tersebut lebih tinggi di atas rata-rata angka nasional.

Dia juga mengatakan, Provinsi Banten salah satu wilayah yang menjadi lokus utama dari 12 provinsi yang ada di Indonesia penurunan stunting tingkat nasional. “Provinsi Banten jadi salah satu fokus BKKBN untuk penurunan kasus stunting,” katanya.

Dia mengatakan wilayah Tangerang Selatan yang menduduki angka kasus stunting 19,9 persen yang disebutnya di bawah angka rata-rata nasional. Akan tetapi, kasus dalam jumlah angka tersebut perlu percepatan dalam pencegahan.

“Wilayah Tangsel ini menjadi salah satu lokus utama BKKBN yang ada di Provinsi Banten penurunan stunting. Jika membandingkan wilayah yang teratas di Banten, stunting tertinggi masih Pandeglang,”jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan, drg. Khairiti mengatakan, kasus angka stunting di wilayah Tangerang Selatan disebut turun di tahun 2022.

Dia menyebut, Tangerang Selatan tengah gencar untuk mencegah stunting, dan ditargetkan turun 14 persen di tahun 2024. “Mudah-mudahan angka ini turun. Target kita adalah 14 persen di tahun 2024, sama dengan target nasional. Mudah-mudah juga ini tercapai di Tangsel,” ujarnya.

“Kami berharap sebelum tahun 2024 Tangsel sudah sampai di 14 persen. Ada 19 titik di Tangsel yang kini jadi fokus dan perhatian kami untuk menekan kasus stunting, 19 daerah ini yang kita lebih fokuskan dan dilakukan kegiatan lebih intensif,”ujarnya.

Adapun peserta yang menghadiri kegiatan sosialisasi itu dari berbagai elemen masyarakat, seperti dari kader perempuan, kader posyandu puskesmas, tokoh agama, ulama, RW/RT, Pemuda-pemudi, mahasiswa, Ibu-ibu majelis taklim, tokoh masyarakat dan lain sebagainya. (HR)