News Kota Tangerang Active Selling Kominfo 2021 Banten Ubah Perilaku UMKM Manual Menjadi Digital

Active Selling Kominfo 2021 Banten Ubah Perilaku UMKM Manual Menjadi Digital

Active Selling Kominfo 2021 Banten Ubah Perilaku UMKM Manual Menjadi Digital
Fasilitator Ubah Pelaku UMKM Banten Dari Penjualan Manual Menjadi Digital. Foto Pelitabanten.com (Ist)
Hari Guru Dinkes Tangsel

Pelitabanten.com – Sebagai pekerjaan rumah transformasi digital bagi UMKM di Banten kini dimudahkan dengan hadirnya para fasilitator Program Active Selling Kominfo 2021.

Para fasilitator mendampingi pelaku UMKM produsen sektor pengolahan dalam mempelajari teknik penjualan online, selama enam bulan, mulai Bulan Juli hingga Desember 2021.

Banten adalah salah satu dari sepuluh Kawasan Pariwisata Prioritas menjadi lokasi pelaksanaan Program Active Selling 2021 yang digelar oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia.

Saat ini, pertumbuhan dan perkembangan dari UMKM di Banten cukup pesat. Dukungan dan perhatian dari pemerintah daerahnya juga kuat. Para pelaku UMKM tetap optimis tengah kondisi pandemi. Para peserta Program Active Selling juga terlihat antusias dalam mengikuti materi-materi yang disampaikan dalam kegiatan pendampingan.

Menjadi seorang fasilitator, Wulan Retnowati dan tim diberi pelatihan untuk mendampingi 2.600 UMKM produsen di sektor pengolahan sebagai pesertanya.

Baca Juga:  Santri, Pemuda, Mahasiswa Tegas Tolak Proyek Geothermal Di Padarincang
Active Selling Kominfo 2021 Banten Ubah Perilaku UMKM Manual Menjadi Digital
Pelaku UMKM Banten Dilatih Tehnik Penjualan secara Online. Foto Pelitabanten.com (Ist)

Menjadi Fasilitator harus fleksibel dalam hal waktu dan tempat. Penyampaian materi juga harus kreatif, agar proses transfer ilmu menjadi lebih mudah.

Sebagai dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Wulan Retnowati juga aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, sebagai wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melihat materi-materi pelatihan Program Active Selling 2021 yang menarik dan bermanfaat untuk UMKM, ia langsung ambil bagian.

Bagi Wulan, Program Active Selling 2021 adalah waktu yang tepat untuk merubah perilaku masyarakat pada umumnya, dan UMKM pada khususnya menjadi lebih modern dan terdigitalisasi.

“Basic-nya Program Active Selling ini untuk merubah perilaku. Kebetulan aplikasi digital bagi peserta masih sebatas buat komunikasi saja. Ketika kami berikan pemahaman bahwa penggunaan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan usaha, mereka langsung bersemangat. Ada yang datang ke training center dan juga ada yang meminta kami untuk datang ke lokasi mereka. Bahkan saking antusiasnya, terkadang tengah malam atau pagi buta, dering pesan Whatsapp terus menerus berbunyi”, kata Wulan.

Baca Juga:  INACA Tinjau Layanan AirNav Cabang Surabaya dan Makassar

Dirinya pun sangat memaklumi kepadatan waktu dari pemilik UMKM. Menurut Wulan Kebiasaan lama, berjualan secara offline, cukup menghabiskan waktu para pemilik UMKM. Para peserta Program Active Selling juga masih mengandalkan bisnis seorang diri, sehinga kurang memiliki waktu untuk belajar dan menjajal aplikasi-aplikasi digital.

“Belum lagi masalah gadget dan sinyal yang kurang merata di sejumlah daerah. Hal-hal tersebut menjadi kendala peralihan teknologi offline ke online,” tuturnya.

Lanjut Dia, agar lebih efektif, pendampingan pun dilakukan dengan membagi peserta menjadi kelompok-kelompok kecil sehingga memudahkan fasilitator mengedukasi UMKM melalui praktek-praktek secara langsung.

“Training Center Program Active Selling Banten terletak di Kota Serang. Namun peserta Program Active Selling tersebar di Cilegon, Pandeglang, Lebak bahkan Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

“Fasilitator harus mengalokasikan waktu untuk mengunjungi lokasi UMKM produsen sektor pengolahan yang ada di sana. Syukurlah usaha para fasilitator ini membuahkan hasil yang sangat baik,” imbuh Wulan.

Baca Juga:  Berdasarkan Laporan Warga, Polsek Benda Berhasil Ungkap Kasus Curanmor

Sementara, I Nyoman Adhiarna, Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo RI sangat mengapresiasi perjuangan para fasilitator di lapangan. Bagi Nyoman, fasilitator adalah ujung tombak dari Program Active Selling di setiap lokasi. Ia pun mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya bagi para fasilitator.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada para fasilitator. Tanpa mereka, Program Active Selling tidak akan sukses. Kami sadar, di lapangan pasti ada berbagai macam kendala, sebagai fasilitator harus kreatif dan fleksibel sehingga dapat melakukan improvisasi sesuai kebutuhan. Semoga perjuangan para fasilitator dapat merubah kebiasaan lama UMKM yang serba offline, menjadi kebiasaan baru yang serba online,” ungkap Nyoman.